Petani Singkong Lebak Mampu Penuhi Permintaan Pasar Hingga Ke Luar Kabupaten – Bantentop

0
35

LEBAK, BTP – Permintaan singkong di pasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah mampu dipenuhi oleh sejumlah petani singkong di Kabupaten Lebak. Hal ini mengingat, kebutuhan konsumen di wilayah itu cukup tinggi.

“Kita hari ini memasok sebanyak delapan ton singkong ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah,” kata Usman (60), seorang petani di Kecamatan Kalanganyar, Sabtu (5/12/2020).

Pasokan singkong ke Pati, Jawa Tengah itu tentu menjadikan semangat para petani untuk mengembangkan budi daya tanaman singkong karena dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Permintaan singkong selama Ramadhan cenderung meningkat untuk dijadikan aneka kerajinan makanan kuliner juga bahan baku tapoika.

“Selama ini, produksi singkong dipasok ke luar daerah masih berlangsung, meski di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Pertanian singkong menguntungkan petani, karena ditampung harga Rp 4.000 per kilogram. Bahkan, jika produktivitas rata-rata 5 ton per hektare, maka bisa menghasilkan pendapatan Rp20 juta per hektare.

“Kami terus mengembangkan budi daya tanaman singkong karena permintaan konsumen cukup meningkat,” katanya.

Begitu juga petani lainya, Maruf (55) seorang petani warga Maja Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya menjual hasil panen singkong ditampung oleh tengkulak dengan harga Rp 3000 per kilogram dan mereka menjual ke wilayah Tangerang dan DKI Jakarta.

“Kami sekali panen singkong bisa menghasilkan Rp 15 juta dengan waktu selama delapan bulan dari tanam,” tuturnya.

Menurut dia, pertanian singkong di sini menjadikan andalan ekonomi dengan memanfaatkan lahan milik BUMN, TNI dan perusahaan pengembang di Kecamatan Maja dan Curugbitung. Sebab, lahan tersebut belum digunakan oleh pemiliknya, sehingga masyarakat menggarapnya dan mereka kebanyakan petani mengembangkan ubi kayu beraneka jenis mulai singkong roti, perelek, karet hingga mentega.

Produksi jenis singkong itu banyak diminati konsumen karena rasanya pulen, gurih, dan kandungan karbohidratnya cukup tinggi.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, produksi singkong yang dikembangkan di 28 kecamatan tentu dapat menjadikan andalan pendapatan ekonomi petani.

Selama ini, produksi singkong rata-rata mencapai 55.000 ton dari luas tanam 3.539 hektare di areal lahan darat dan petani mampu memasok ke luar daerah.

“Kami minta petani terus memperluas pertanian singkong karena permintaan pasar cenderung meningkat,sehingga dapat mensejahterakan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

(bin – BTP)

Comments are closed.