Potongan Tangan di Sungai Cimandur, Lebak

0
78

Lebak, BTP – Misteri potongan tangan yang ditemukan warga Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak

Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma mengatakan, pihaknya menemukan identitas yang diduga pemilik potongan lengan tersebut. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sidik jari pada potongan lengan tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan sidik jari, ditemukan 70 persen identitasnya. Setelah kita kroscek itu ternyata alamatnya ada di (Kecamatan) Cibeber, Lebak,” ucap David saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Selasa (8/12/2020) malam.
Menurutnya, diduga potongan lengan tersebut merupakan salah satu korban longsor di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak beberapa hari lalu.
“Kebetulan pada malam itu ada kejadian longsor (Cibeber) yang mengakibatkan korban enam orang meninggal. Yang baru ditemukan itu tiga orang, dan tiganya masih dalam pencarian. Nah salah satunya (potongan) tangan ini identitasnya sama dengan salah satu korban longsor tersebut,” ungkapnya.

“Mungkin terbawa arus longsor yang mengakibatkan badan hancur,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil penelusuran pihak Kepolisian, terduga pemilik potongan lengan tersebut merujuk pada salah satu korban longsor di Kecamatan Cibeber yang masih hilang berjenis kelamin laki-laki atas nama Mahmudin (37).
Namun, guna memastikan kebenaran dari identitas pemilik lengan tersebut, dikatakan David, polisi akan tetap melakukan uji sampel lainnya dengan memanggil pihak keluarga korban agar bisa mencocokkan DNA potongan lengan.
“Nanti kita panggil pihak keluarga korban. Kita tidak semerta-merta karena sidik jari saja, tapi tetap kita akan lakukan uji sampel lainnya. Yang jelas itu bukan kasus pembunuhan,” tukasnya.

Sebelumnya, warga Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak digegerkan dengan penemuan potongan tangan manusia di pinggiran aliran Sungai Cimadur, Jumat (11/12/2020).

Potongan tangan tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang hendak mandi di sungai setelah bermain bola. Melihat ada potongan tangan manusia, anak-anak itupun melaporkan hal tersebut ke orang tua masing-masing yang kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian,”pungkasnya.(De)

Comments are closed.