Kades Cibungur Kecamatan Leuwidamar Rangkap Jabatan

0
161

Kades Cibungur Kecamatan Leuwidamar, Suherman.

LEBAK | BANTEN TOP – Langka sekali seorang Kepala Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, memiliki profesi yang jarang sekali dan tidak biasa di jalankan oleh para Kepala desa lainnya, yakni, menjadi tukang mengurus memandikan jenazah.

Suherman alias Jaro Kuncir, seorang Kepala Desa Cibungur di Kabupaten Lebak ini mengaku sudah sejak lama sekira tahun 1999 menjalani profesi sebagai tukang mengurus jasad orang meninggal mulai dari memandikan, mensucikan dan mengkafani jenazah. hal itu dilakukan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Sampai sekarang setiap ada warga yang meninggal para keluarga dan ahli warisnya selalu menyerahkan untuk di sempurnakan,” ujar Herman kepada Awak Media, Selasa, (15/12/2020).

Ungkap Herman, mengaku dirinya dikenal sebagai pemuda berandal, pemabuk, tukang judi bahkan merampok. meski demikian, jiwa sosial ditengah masyarakat terbilang cukup tinggi terutama untuk urusan lingkungan. Perubahan sikap Herman juga dilakukan lantaran merasa ingin istiqamah belajar ilmu agama di sebuah pondok pesantren, meskipun tidak lama (3 Tahun) khusus mempelajari pokok syari’at yang dibutuhkan ditengah masyarakat seperti mengurus jenazah, memimpin tahlil dan lainnya.

Perubahan itu tidak serta merta membuat orang percaya, acapkali dia mendengar cibiran dari orang-orang yang masih ragu bahwa dia telah keluar dari masa brutalnya. meski demikian, Herman tidak butuh pengakuan orang lain, perkara yang dijalankan adalah urusan dirinya dengan sang Maha kuasa (Allah SWT).

“Lanjut Herman, pertama coba beranikan diri mengurus jenazah saudara, setelah itu menjadi kebiasaan setiap ada warga meninggal,bahkan sampai sekarang sesibuk apapun dan sedang ada urusan di manapun saya harus pulang ketika ada warga yang meninggal,”jelas Kades Cibungur.

Seiring berjalannya waktu, Suherman terdorong warga untuk ikut dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) keyakinan ingin mendedikasikan lewat kebijakannya di sambut baik oleh mayoritas masyarakat di Desa cibungur hingga nasib baik menghantarkan dirinya dilantik sebagai pemimpin (Kades).

“Saya (Suherman Red) waktu jadi kandidat juga tidak mengeluarkan uang untuk membayar suara warga. Uang dari mana, saya hanya bekas berandalan, kerja saya hanya mengurus orang meninggal, mungkin yang menjadi pertimbangan warga adalah, ketika saya membantunya saat mengurusi jenazah yang tidak mengharapkan imbalan berupa materi,hanya keikhlasan saja,” ujarnya.

Sementara, seorang warga membocorkan tentang Sosok pribadi Herman, namun sayang dirinya tidak bersedia jika di tulis nama dan mengakui bahwa dirinya salahsatu yang dulu sempat meragukan sosok Herman, bahkan, pada saat pemilihan kepala desa Dia mendukung kandidat lain.

“Secara pribadi dulu saya bukan pendukung dia, tapi selama dia menjabat semua keraguan saya dia jawab dengan pembuktian bahwa dia mampu bekerja bukan cuma bisa mengurusi orang meninggal, tapi punya kelebihan lain yang tidak dimiliki Kades lain,” pungkasnya.(De/Btp)

Comments are closed.