Warga Rawa Arum Ancam Demo Lambat Tangani Pencemaran Debu Pasir

0
55

CILEGON – (BTP) – Puluhan warga dari berbagai Lingkungan di Kelurahan Rawa Arum menggelar musyawarah di aula Kelurahan Rawa Arum terkait rencana aksi yang akan dilangsungkan besok, Rabu (16/12).

Saat musyawarah berlangsung dihadiri oleh pengurus RT/ RW, LSM, OKP dan Karang Taruna lantaran pada beberapa hari sebelumnya musyawarah telah dilakukan antara pihak PT Lotte dengan warga Kelurahan Rawa Arum, namun tidak ada titik temu.

Ketua LSM Gerakan Peduli Pembangunan Rakyat Banten Husen Saidan mengatakan, sikap ini merupakan reaksi masyarakat yang saat ini belum mendapat respon dan penanganan yang cepat dari top management PT Lotte.

“Pengurugan dengan pasir diluar dari amdal awal, semula dalam amdal hanya ada tanah merah sebagai material pengurugan, namun nyatanya saat ini terdapat pasir sebagai material pengurugan sehingga terjadi pencemaran lingkungan. Kita masyarakat Rawa Arum selama ini mendukung bagaimana investasi antar negara ini ada di Kota Cilegon. Dan kami ring satu tetap mendukung langkah itu, akan tetapi adanya pengurugan pasir itu masyarakat Rawa Arum tidak mengetahuinya,” katanya, Selasa (15/12/2020).

Oleh karenanya, Husen mengaku, penanganan saat ini adalah ditutupnya kembali material pasir itu dengan tanah merah, sehingga angin kencang yang datang dari laut tidak membawa pencemaran ke pemukiman warga

“Kami memahami masalah aturan apalagi soal prokes, tentu ini akan diterapkan nanti. Aksi ini bukan untuk menjatuhkan wibawa pemerintah, akan tetapi, aksi ini merupakan perjuangan masyakarat untuk mendapatkan hak hidup sehat dan tidak mendapat dampak negatif dari pembangunan pabrik itu sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga lingkungan kruwuk RT 03 Sugiyanto yang turut hadir mengatakan, pencemaran debu pasir baru terasa seminggu lalu. Tidak sedikit warga terganggu dan mengalami sakit mata akibat dari pencemaran tersebut.

“Udaranya sudah tidak sehat, soalnya yang kita hirup bukan udara tapi debu,” katanya.

Dirinya mengatakan, masyarakat menuntut kompensasi atas pencemaran debu pasir yang membuat beberapa warga mengalami sakit, selain itu langkah cepat dan nyata dari pihak perusahaan juga menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa besok.

“Kita akan melakukan aksi unjuk rasa besok karena ini sikap dari perusahaan PT. Lotte tidak juga mengindahkan keinginan warga, malah sebaliknya tidak ada action padahal musyawarah dengan pihak PT. Lotte telah dilakukan,” tukasnya. (Rmp/Btp)

Comments are closed.