Soal Truk Pengangkut Tanah Bikin Jalanan Licin di Curugbitung, Begini Kata Satpol PP Lebak

0
60

LEBAK | BANTEN TOP – Warga Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak kembali resah akibat maraknya truk pengangkut tanah merah yang menyebabkan tanah merah berserakan di sepanjang jalan, sehingga membuat jalan licin dan berlumpur. Bahkan tidak sedikit pengendara motor tergelincir dan jatuh.

Urip warga Kecamatan Curugbitung mengatakan, lalu-lalang truk pengangkut tanah yang membuat jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara, sebelumnya sudah ditertibkan dengan peringatan oleh Masyarakat dan Satpol PP. Namun, tidak lama, kini galian tanah kembali beraktivitas dan lalu-lalang truk yang mengangkut tanah kembali berulah.

“Akibat truk pengangkut tanah merah banyak menimbulkan madarat terhadap warga, karena sepanjang jalan seperti di Desa Ciburuy, Desa Lebak asih dan Desa desa lain yang ada disekitarnya licin dipenuhi lumpur, sehingga tidak sedikit pengendara motor tergelincir jatuh, apa lagi saat hujan,” kata Urip, kepada media, Rabu (16/17/2020).

Dikatakan, galian tanah merah yang lokasinya berada di Desa Lebak asih, sebetulnya sudah ditutup dan dilarang beroperasi oleh pemerintah, namun hingga saat ini masih tetap beroperasi.

“Kami berharap pemkab Lebak melakukan penertiban truk pengangkut tanah merah, guna kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak terutama pengendara motor,” ujarnya.

Aswapi, salah seorang pengendara motor yang melintas mengatakan, Truk pengangkut tanah merah sudah lama beropersi dan berlalu lalang di wilayah Kecamatan Curugbitung, dan ketika hujan turun maka jalan menjadi licin, maka semua pengendara motor harus ekstra hati-hati.

“Kami warga Kecamatan Curugbitung tidak keberatan jika maraknya truk pengangkut tanah merah yang beroperasi, namun jangan merugikan masyarakat banyak, sehingga sudah sepatutnya Pemkab Lebak melakukan penertiban, agar jalan yang licin dan berlumpur akibat maraknya truk pengangkut tanah merah, tidak menelan korban lebih banyak terutama pengendara motor yang melintas,” ungkapnya.

Menurutnya, sudah sepatutnya Bupati Lebak mengambil langkah langkah atau tindakan yang nyata secara tegas dan Bijak, agar warga pengendara motor yang melintas tidak menjadi korban kecelakan, akibat tergelincir dengan lumpur tanah merah yang berserakan dari truk pengangkut tanah merah.

“Demi Kepentingan dan Keselamatan masyarakat banyak, kami harap ada tindakan tegas dengan menutup galian tanah tersebut secara permanen, jika tidak kami akan melakukan tindakan sendiri bersama masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinas Satpol PP Lebak, Dartim saat dihubungi mengaku, pihaknya sudah berulang kali melakukan tindakan tegas, bahkan menutupnya. Namun, para pengusaha galian tanah tersebut selalu tidak mematuhinya.

“Iya nanti akan kami cek kelapangan, jika memang masih buka dan beraktivitas kami akan tutup,” tutur Dartim. (De/Btp)

Comments are closed.