Bupati Larang Warga Merayaan Tahun Baru Di Tempat Keramaian

0
67

Lebak, BTP – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya melarang warga merayaan Tahun Baru di wilayah Kabupaten Lebak untuk mencegah terjadinya kerumunan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk melakukan perayaan tahun baru di rumahnya masing-masing dan tidak berkerumun di tempat publik, seperti alun-alun Rangkasbitung, Balong Rancalentah, dan daerah lainnya. “Iya, kita larang perayaan tahun baru. Tidak boleh ada kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19,” kata Iti Octavia Jayabaya, kemarin,Kamis (17/12).

Dijelaskannya, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dia meminta kepada masyarakat Lebak untuk senantiasa disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Untuk itu, jika ada yang melakukan pelanggaran maka akan dikenakan sanksi tegas oleh Satgas Covid-19. “Kita minta masyarakat disiplin memakai masker, tidak berkerumun, dan rutin mencuci tangan atau memakai masker juga menggunakan hand sanitizer. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di Lebak,” tegasnya.

Data di Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak, jumlah masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat, jumlah warga yang terpapar virus corona desease sebanyak 584 orang atau meningkat 38 kasus dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dengan rincian, pasien yang telah sembuh sebanyak 352 orang, pasien yang masih menjalani isolasi sebanyak 214 orang, dan yang meninggal dunia 18 orang.

“Terkait Natal, Bupati Iti Octavia Jayabaya telah memberikan arahan kepada jajarannya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk itu, Misa Natal tetap dilaksanakan, dengan catatan harus memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Bahkan, mekanisme Misa Natal diatur beberapa sesi agar tidak terjadi kerumunan. “Masing-masing sesi dibatasi sebanyak 30 orang. Ini untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Triatno Supiyono mengatakan, tidak anggarkan pengadaan Vaksin Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak,juga menyatakan tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin pada APBD 2021. Pemkab hanya mengalokasikan anggaran bantuan tidak terduga (BTT) untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Kalau masalah vaksin itu jadi kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, kita enggak alokasikan anggaran untuk pembelian vaksin di APBD 2021,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lebak Triatno Supiyono, kemarin. Dijelaskannya, alokasi anggaran BTT kurang lebih Rp18 miliar. Anggaran tersebut diantaranya untuk operasional rumah isolasi, swab test PCR, operasional tenaga medis, dan yang lainnya. “Jadi, untuk vaksin enggak ada dan kita nunggu droping dari pusat saja,” ujarnya.

(De-btp)

Comments are closed.