DPRD Kota Cilegon Tagih Janji Pemkot Cilegon Tangani Banjir

0
90

CILEGON – (BTP) – Anggota DPRD Kota Cilegon asal Fraksi Partai Demokrat meminta Pemerintah Kota Cilegon untuk serius menangani persoalan banjir yang tak kunjung terselesaikan. Hal itu lantaran, meski telah dilakukan rapat dengar pendapat antara Pemkot Cilegon dengan Komisi II DPRD dan akan dibentuk tim penanganan banjir namun tidak ada realisasinya.

Anggota DPRD asal Fraksi Partai Demokrat Ibrohim Aswadi mengatakan, apa yang menjadi kendala sehingga persoalan banjir terus-menerus tidak terselesaikan. Sehingga masyarakat menanyakan kesungguhan Pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang tidak pernah terselesaikan sampai saat ini.

“Rapat dengar pendapat sudah dilakukan berkali-kali, bahkan dari pihak pemerintah ada Sekda, Asda II, pihak Industri dan masyarakat tapi tidak ada realisasinya, kita menuntut hasil rapat dengar pendapat itu,” katanya, Senin (21/12/2020).

Anggota DPRD dari Komisi II ini kembali menuntut kejelasan hasil rapat dengar pendapat tersebut, masyarakat menanyakan hasil kinerja Pemerintah yang sampai saat ini tidak ada kejelasannya. Selain itu, penyelesaian persoalan banjir tidak bisa diselesaikan di bagian hulunya saja, melainkan bagian hilir menjadi satu kesatuan yang perlu diperhatikan dalam menangani persoalan banjir.

“Persoalan banjir ini harus ditangani dari mulai hulu hingga hilir, meskipun permasalahan ini kompleks, tapi kalau pemerintah serius melakukannya saya yakin ada jalan kok keluarnya,” jelasnya.

Ibrohim juga menurutkan, musim penghujan akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, sehingga jika tidak segera dilakukan bersama-sama antara Pemerintah, industri dan masyarakat maka masyarakat akan terus-terusan menjadi korban banjir.

“Berdasarkan informasi BMKG, hujan akan terus terjadi hingga bulan Maret ke depan, jika ini tidak segera dilakukan program jangka pendek penanganan banjir, dimana peran pemerintah untuk melindungi warganya agar terlepas dari persoalan banjir,” tuturnya. (Rmp/Btp)

Comments are closed.