Kejahatan di Pandeglang Didominasi Kasus Curanmor, Asusila dan Narkoba

0
76

PANDEGLANG – BTP – Polres Pandeglang melaksanakan Press Release akhir tahun yang disampaikan oleh AKBP Hamam Wahyudi yang didampingi Waka Polres Kompol Riky Crisma Wardana, yang dilaksanakan di Ruang Siwas Polres Pandeglang Senin, (28/12/2020).

“Kami selama akhir tahun 2020 dan dibarengi dengan adanya Covid-19 ini, Kami banyak menyelesaikan berbagai capaian seperti Pelayanan Kesehatan, Bakti Sosial, Operasi Kepolisian, Operasi Yustisi, Ungkap kasus tindak Pidana Pemilihan Bupati Kabupaten Pandeglang, jumlah tren kejahatan konvensional, Penanganan kebencanaan baik itu musibah banjir, angin kencang atau petir yang terjadi dibeberapa wilayah, ungkap kasus kekerasan cabul terhadap anak, dan mengungkap kasus tindak pidana narkotika di Kabupaten Pandeglang,” papar AKBP Hamam Wahyudi kepada media.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2019 lalu, Jumlah Tindak Pidana (JTP) tercatat sebanyak 339 kasus dan Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP) sebanyak 203 dengan jumlah tersangka 237 orang, sedangkan untuk Tahun 2020 JTP sebanyak 418 kasus dan JPTP sebanyak 275 dengan jumlah tersangka 305 tersangka, jadi di tahun 2020 mengalami peningkatan. Dia mengatakan, bahwa jumlah tindak pidana yang paling menonjol adalah kasus curanmor, asusila dan narkoba.

Dikatakannya, selain melakukan tindak pidana narkotika dan kasus – kasus lainnya, selama pandemi Covid-19 ini Karena masih banyak yang terkena penyakit tersebut, Kami juga melakukan pelayanan Kesehatan yaitu Bakti Kesehatan (Baktikes) dan Bakti Sosial (Baksos), Kami melakukan rapid tess dan SWAB massal.

“Dalam pelayanan Bakti Kesehatan kami juga melakukan rapid tes terhadap personil dan warga sebanyak 1.689 orang dan Swab masal berjumlah 865 orang, dan kami membrrika pengobatan gratis sebanyak Delapan kali. Selain itu, kami juga melakukan Bakti Sosial seperti membagikan masker sebanyak 5.582 pcs, 2.595 pcs handsanitizer, dan 2.595 vitamin. Itu kami bagikan kepada warga yang ada di wilayah hukum Polres Pandeglang,” jelasnya.

Ia menuturkan, bahwa semua kasus tahun 2020 yang ditangani Polres Pandeglang mengalami peningkatan ditahun 2019 ke tahun 2020 terutama Kasus Narkotika yang akan menjadi program prioritas, di tahun 2021 mendatang untuk lebih upaya melakukan pencegahan karena kasus narkotika ini akan merusak generasi anak bangsa terutama dikalangan pelajar.

“Kami melihat hasil dari tahun 2019 kemarin, tercatat 19 orang pengedar, dan 37 orang pemakai, tetapi di tahun 2020 ini, mengalami peningkatan di kasus tindak pidana narkotika tercatat 83 kasus, yakni 50 orang pengedar, dan 72 orang pemakai total 122 tersangka di tahun 2020,” jelasnya.

“Dari hasil Tindak Pidana Narkotika di Kabupaten Pandeglang tahun 2020 ini, Kami menemukan barang bukti yakni : 167.3434 gram shabu, 25.67 gram tembakau sintetis, 35,86 gram ganja, dan 24.647 Butir Tablet berjenis Hexymer dan Tramadol, Obat terlarang ini banyak disalahgunakan oleh kalangan pelajar apalagi mau menjelang tahun baru,” tambahhya.

Ia menambahkan, bahwa yang masih menjadi PR Polres Pandeglang yakni peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Pandeglang. Oleh karena itu, pihaknya akan memprioritaskan upaya pencegahan bersama masyarakat, penggiat Narkotika dan BNN Provinsi Banten atau BNN Kabupaten.

“Kami berharap kerjasama yang baik selama ini telah terjalin khususnya rekan-rekan media,” tutupnya.

(Fidz-BTP)

Comments are closed.