Tenunan Baduy Manual Banyak Di Minati Wisatawan

0
79

LEBAK – Tenunan suku baduy yang dikerjakan secara manual banyak diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Aktivitas perempuan suku baduy dalam kesehariannya menekuni usaha tenun untuk menopang mata pencaharian kehidupan sehari hari dan laki lakinya bercocok tanam di hutan.

Janah (35) warga Kampung Ketug Desa Kanekes Kecamatan Lewidamar Kabupaten Lebak ketika dikonfirmasi menuturkan, dengan logat bahasa baduynya, sasapoe pagawean kami ieu nenun (tiap hari kerjaan saya ini nenun) jeng salaki kami ka kebon tani (suami saya ini kekebun bercocok tanam).

“Pengasilana sapoe lumbayan gede, jeng dahar keluarga kami, bisa nyampe Rp 500 ribu tiap poe (penghasilan tiap hari lumbayan besar buat makan keluarga saya,bisa mencapai Rp 500 ribu dalam sehari) bisa terjual 5 sampai 10 kain bisa terjual menerangkan dengan bahasa has baduy,” ujar Janah di sela sela aktivitas pembuatan tenun pada bantentop, Senin (28/12/2020).

Janah mengaku, usaha tenun ini diantaranya, baju kampret, selendang, kain sarung, kain swat, kain kadu mancung, kain sarung laki laki dan perempuan, asesoris dan macam prodak lainnya. Kegiatan ini sudah teurun temurun dari jaman nenek moyang,s ehari bisa terjual lima sampai sepuluh bahan. Jika hari besar (libur) penjualan lebih meningkat dari hari biasanya.

“Dalam pengerjaan bahan tenun dari benang yang di beli dari jakarta,dengan alat manual seadanya,dalam proses pengerjaannya paling cepet 10 hari dan paling lambat 15 sampai 20 hari tergantung bahan yang mau di buatnya,” ujarnya.

Sementara, Serli warga baduy lainnya yang sama sama menekuni usaha tenun mengungkapkan, kegiatan ini menjadi kegiatan rutin masyarakat perempuan baduy yang kesehariannya dijadikan usaha untuk meningkatkan perekonomian semua warga baduy disamping bercocok tanam. Usaha tenun ini murni modal pribadi tanpa ada bantuan dari pemerintah ataupun desa.

“Ini murni usaha dengan modal sendiri tanpa bantuan pemerintah ataupun perangkat desa, ya untuk bisa menambah kebutuhan sehari-hari dengan bercocok tanam,” terangnya. (De/Btp)

Comments are closed.