Tinggal Ditenda Pengungsian, Warga Penyitas Banjir dan Tanah Longsor di Cirinten Butuh Rumah Huntara

0
72

LEBAK – (BTP) – Warga penyitas banjir dan tanah longsor di Desa Karangnunggal Kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak, untuk sementara mereka tinggal ditenda pengungsian yang dibuat BPBD Lebak, dan ada juga yang ikut tinggal bersama family atau keluarganya.

Demikian dikatakan Haerudin Ketua Program Qudwah Care saat kunjungi warga penyitas banjir dan tanah longsor dan sekaligus memberikan bantuan Sembako, di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (30/12/2020).

“Sedikitnya 13 rumah rusak berat dampak banjir dan tanah longsor di Desa Karangnunggal Kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak. Untuk itu, Qudwah Care mengajak lembaga kemanusian kolaborasi recovery pembangunan rumah sementara,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan, untuk sementara masyarakat setempat bersama BPBD Lebak dab relawan berhasil membangun 1 (satu) unit hunian sementara (huntara).

“Qudwah Care mengajak seluruh masyarakat, lembaga kemanusian, relawan, untuk bersama-sama membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah, meringankan beban mereka dikala sedang kesusahan. Kepedulian kita sangat berarti bagi mereka yang sedang tertimpa musibah,” imbuhnya.

Senada dikatakan Lili Ramdhan Direktur Qudwah Care, ia juga mengajak para donatur, lembaga kemanusian bersinergi dengan pemerintah membangun Huntara (hunian sementara) untuk penyitas banjir dan tanah longsor di Desa Nunggul Kecamatan Cirinten.

“Mari bantu saudara saudara kita, membangunkan Huntara,” tuturnya.

Sementara itu, Niah warga penyitas banjir dan tanah longsor di Desa setempat mengaku untuk sementara ia beserta keluarganya tinggal di rumah saudaranya. Kata dia, ada juga yang tinggal di tenda yang disediakan BPBD Lebak.

“Alhamdulilah, keluarga saya selamat dari kepungan banjir dan tanah longsor, kami berharap pemerintah segera membantu membangun rumah hunian sementara,” ucapnya.

(Bud/Btp)

Comments are closed.