Disperindag Banten Sidak Gudang Penyimpanan Kedelai di Cilegon

0
125

CILEGON – (BTP) – Petugas gabungan Satgas Pangan (Satgas) wilayah banten, yakni dari Dinas Perdagangan Provinsi Banten bersama Polda Banten melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang penyimpanan kedelai terbesar di Provinsi Banten milik PT Sentra Grain Terminal yang berada di dalam kawasan pergudangan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon pada Kamis sore (07/01/2021).

Pengecekan pasokan kedelai dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan kedelai mengingat saat ini harganya mengalami lonjakan dengan rata-rata dikisaran harga 11 hingga 12 ribu rupiah perkilogram-nya.

Head Operasional Gudang PT Sentral Grain Terminal Sukinto mengatakan pihaknya biasanya memperoleh 40.000 ton kedelai, namun sejak satu bulan terahir pengiriman kedelai yang diimpor dari Amerika mengalami keterlambatan sehingga mempengaruhi pasokan kedelai yang tersimpan yang kini hanya tersisa sekitar 2.000 ton saja.

“Pasokan kedelai ini untuk wilayah pulau jawa bagian barat, dalam sehari bisa mengirim 1000 ton sesuai kebutuhan, dan kedelai ini berasal dari Amerika atau USA dengan bongkar muatan kedelai sebanyak 40 ribu ton sebulan dua kali bongkar muatan kedelai. Untuk jadwal kapal yang hendak bongkar memang tidak menentu, namun dalam satu bulan dipastikan ada satu kapal yang bongkar muatan kedelai,” katanya.

Sementara itu pihak Disperindag Banten mengaku akan terus mengawasi ketersediaan pasokan yang akan kembali tiba pada minggu depan sekitar 40.000 ton serta memantau perkembangan harga kedelai untuk bisa mengambil langkah dalam menstabilkan harga jika harga kedelai masih terus bergejolak dipasaran.

“Tadi sama-sama kita lihat dari pemprov banten bersama teman-teman dari polda bahwa kedelai saat ini sudah ada di gudang penyimpanan dan di dalam gudang ada 2100 ton kedelai dan harapannya pengrajin kedelai bisa kembali normal dalam menjalankan usahanya,” kata Plt Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Banten Imam Santoso. (Ria/Btp)

Comments are closed.