Polres Lebak Ungkap 2 Kasus Peredaran Obat Tanpa Izin, Tiga Pelaku Diamankan

0
76

LEBAK – (BTP) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebak mengungkap dua kasus peredaran obat/farmasi yang tidak memiliki izin edar atau yang tidak memenuhi standar khasiat dan mutu di wilayah hukum Polres Lebak, pada Minggu. (10/01/2021)

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Ade Mulyana melalui Kasatres Narkoba Polres Lebak AKP Ilman Robiana membenarkan terkait pengungkapan kasus tersebut

“Ya betul, Kami Satresnarkoba Polres Lebak pada awal tahun 2021 berhasil mengungkap kasus peredaran obat/ farmasi yang tidak memiliki izin edar atau yang tidak memenuhi standar khasiat dan mutu di wilayah hukum Polres Lebak,” katanya.

Dari dua kasus tersebut, Ilman melanjutkan, pihaknya berhasil menangkap tiga pelaku inisial A, Z, dan DS. pelaku A dan Z diamankan di sebuah warung di Kampung Angsana Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak.

“Dari pelaku A dan Z, berhasil mengamankan barang bukti berupa 105 butir obat jenis Tramadol hci, 109 butir obat jenis Hexymer, Uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 771 Ribu, 1 unit Handphone merk Samsung warna putih, 1 unit handphone merk Nokia hitam, 1 unit handphone merk Vivo warna biru,” paparnya.

Sedangkan, pelaku DS diamankan ketika sedang di warung yang berada di Kampung Rancagawe Kel/Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak. Dari pelaku DS, berhasil mengamankan 12 butir obat merek Hexymer, 14 butir obat merek Tramadol ,1 unit Handphone merek OPPO warna silver dengan simcard Telkomsel, uang tunai sebesar Rp231 Ribu.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Pelaku dikenakan pasal 196 atau pasal 197 UU No. 36 Th. 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan denda maksimal satu milyar,” jelasnya.

(Bud/Btp)

Comments are closed.