Mengenal Fadil, Pengusaha Muda Jamur Tiram Dari Pandeglang yang Menginspirasi

0
84

PANDEGLANG – BTP – Fadil (22) warga Kampung Pari, Desa pari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang merupakan sosok inspiratif bagi kaum milenial untuk belajar menjadi seorang entrepreneur.

Pria kelulusan SMA Pasundan Pandeglang tahun 2012 silam ini, merintis usaha budidaya jamur tiram sejak satu tahun lalu. Meski usahanya tak selalu mulus, bahkan nyaris bangkrut, namun Fadil tetap berusaha mempertahankan usahanya itu.

Saat ditemui di Kumbung (Saung) Jamur tiram yang tak jauh dari rumahnya, Fadil menceritakan perjalanan usaha budidaya jamur tiram yang ia rintis mulai dari nol. Ia menuturkan, sebelum mencoba usaha budidaya jamur tiram dirinya sempat bekerja sebagai mekanik di bengkel sepedah motor.

Namun, karena dorongan dari orangtuanya yang hobi bercocok tanam, Fadil didorong untuk mencoba usaha budidaya jamur tiram yang dinilai memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.

“Karena saya orangnya tidak betah untuk di atur-atur layaknya pegawai. Jadi lebih senang menjadi wirausaha dan orang tua menyarankan untuk mencoba jamur tiram. Awalnya saat pertama mulai usaha budidaya jamur tiram, Baglog (wadah tanam tempat meletakkan bibit jamur) itu saya beli. Jadi kita tinggal simpan di rak-rak kumbung jamur tiram. Tapi sekarang saya mencoba untuk membuat baglog sendiri,” tuturnya.

Pria yang masih singel ini mengatakan, karena tak ada basic di bidang pertanian, maka dirinya harus ekstra untuk mempelajari ilmu budidaya jamur tiram mulai dari pembibitan hingga memanen. Ditahap awal, Fadil mengaku tak sedikit dirinya sering mengalami kegagalan. Namun menurutnya hal itulah yang menjadikan dirinya lebih matang menguasai ilmu usaha yang tengah ia geluti itu.

“Di awal-awal ya namanya juga belajar pasti lah ada gagal, salah, ya tapi saya berusaha untuk tetap semangat dan terus menjalaninya. Ya Alhamdulillah dari kegagalan itulah kita bisa tahu dan lebih pintar,” ujarnya.

Fadil berharap, usaha yang tengah ia rintis itu dapat berkembang dan memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat banyak. Salah satunya yakni untuk mengurangi angka pengangguran.

Fadil menambahkan, selain dijual mentah, jamur tiram hasil panennya juga di oleh menjadi berbagai jenis makanan seperti nugget jamur tiram, kerupuk jamur tiram, cilok jamur tiram dan jenis makanan lain yang berbaha dasar dari jamur tiram.

Meski banyak peminat makanan dari olahan jamur tersebut, namun saat ini produksi yang dihasilkan masih terbatas. Untuk tenaga kerja budidaya dan olahan jamur tiram, Fadil hanya dibantu oleh keluarganya saja.

“Saat ini belum ada karyawan, artinya yang bantu-bantu budidaya masih keluarga atau saudara. Kemudian untuk makanan dari olahan jamur tiram yang buat juga ibu sendiri. Belum ada orang lain atau karyawan. Tapi Insyaallah kedepan jika usaha ini berkembang tentu akan kita rekrut karyawan,” pungkasnya.

(red)

Comments are closed.