Jalani Bedah Mulut, Siti Tak Dikenakan Biaya Sepeserpun

0
58

PANDEGLANG – BTP – Siti Ulfah (27) warga kampung Juhut RT 04, RW 01 Kelurahan Juhut, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten merupakan salah satu dari jutaan warga yang telah merasakan manfaat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Ibu rumah tangga (IRT) ini menceritakan bahwa dirinya menjadi peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3 sejak dua tahun lalu. Ia mengungkapkan, sebelum menjadi peserta JKN-KIS dirinya harus mengeluarkan biaya berobat hampir setiap Minggu untuk mengobati mulutnya yang sakit.
Namun, setelah menjadi peserta JKN-KIS kini dirinya hanya membayar biaya iuran setiap bulan dengan biaya terjangkau. Bahkan, tidak hanya berobat, biaya operasi bedah mulut yang ia lakukan pun semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Dulu sebelum punya kartu JKN-KIS saya hampir tiap Minggu harus mengeluarkan uang untuk berobat. Karena saya merasakan sakit di bagian mulut dan gigi. Karena katanya ada benjolan dan harus di operasi bedah mulut. Saat itu selain sakit juga saya sulit untuk berbicara, karena terlalu sakit untuk dirasakan,” Jelas Siti.

Sebelum menjalani operasi bedah mulut Siti Ulfah, sering menggunakan kartu JKN-KIS nya di Klinik Bugenvil Ciekek Pandeglang. Kemudian dirinya menjalani operasi di Rumah Sakit Ajidarmo Rangkasbitung setelah mendapatkan rujukan dari RSUD Berkah Pandeglang.

“Kalo operasi bedah mulut itu di Rumah Sakit Ajidarmo Rangkasbitung, Alhamdulillah semuanya gratis, bahkan obatnya pun semua dari rumah sakit. Alhamdulillah obatnya semua ada tidak disuruh beli keluar,” tuturnya.

Ia menuturkan, meskipun hanya sebagai peserta kelas 3, namun Siti Ulfah tidak merasakan pelayanan yang berbeda dari kelas 1 dan 2. Menurutnya pelayanan kesehatan yang ia terima sangat baik dan memuaskan.

“Pelayanannya baik, dokternya juga ramah-ramah, tidak ada kendala sih kalo kelengkapan administrasi ya mudah lah waktu itu suami yang ngurusin. Tapi gak ada kesulitan mudak semua. Semua gratis. Alhamdulillah, sekarang saya bisa sembuh berkat BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Siti Ulfah menyampaikan harapannya kepada BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengawasannya terhadap klinik dan rumah sakit. Meskipun dirinya tidak mendapatkan pembedaan pelayanan. Namun ia tidak menapik seringkali mendengar tetangganya yang mendapatkan perbedaan pelayanan dengan pasien umum.

“Semoga terus memberikan manfaat, dan tingkatkan lagi pelayanannya. Karna suka ada yang umum sama yang BPJS Kesehatan katanya suka dibedain. Nah itu pelayanan di fasilitas kesehatan jangan dibeda-bedain lah terimakasih,” tutupnya.
(Fr.btp)

Comments are closed.