Belum Juga Bisa Digunakan, Ibu-Ibu Pertanyakan Sejumlah Program di KCS

0
117

CILEGON – (BTP) – Puluhan warga dari berbagai Lingkungan di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, mendatangi tokoh masyarakat di posko pengaduan program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS). Hal itu lantaran warga yang telah menerima Kartu Cilegon Sejahtera kecewa dengan janji-janji politik Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta.

Rohiyah salah seorang warga mengatakan, sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung, pihaknya oleh timsukses dengan diiming-imingi Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) dan dijanjikan dengan berbagai program dari pasangan Helldy-Sanuji apabila terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon.

“Saya didatangi oleh tim sukses Pak Helldy dengan diiming-iming program. Kartu ini dikasihnya tiga hari sebelum pemilihan dengan mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kata tim suksesnya, ibu tinggal milih disitu ada beberapa program. Lalu saya milih yang lapangan pekerjaan karena saya punya anak biar anak saya bisa kerja,” katanya.

Rohiyah melanjutkan, di Kartu Cilegon Sejahtera itu kan dibaliknya ada empat program, pertama Modal Usaha UMKM, Kedua Beasiswa Full Sarjana, Ketiga Lapangan Pekerjaan dan Keempat Bantuan Kesehatan.

“Dari empat itu saya pilih yang lapangan pekerjaan, kata tim sukses nya juga nanti setelah Pak Helldy jadi Wali Kota. Sampai sekarang kartu ini belum bisa digunakan, tapi pas saya tanyakan ke Dinas terkait bilangnya entar-entar aja. Lalu saya tanya juga ke timsesnya nanti-nanti aja bilangnya,” ujarnya.

Risnawati warga lainnya mengaku kecewa dengan janji-janji yang diberikan oleh tim suksesnya Helldy-Sanuji melalui Kartu Cilegon Sejahtera. Bahkan nominalnya sampai 25 juta untuk bantuan permodalan.

“Saya datang kesini tidak ada paksaan dan mau mengadukan persoalan KCS yang sudah saya dapat, tapi kok sampai sekarang belum bisa dipake. Saya sih berharap program yang ada di KCS bisa segera dipakai, apalagi di KCS ada bantuan pinjaman. Kok beda dengan yang di kampanyekan waktu dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Rawa Arum Husen Saidan mengungkapkan, ibu-ibu kesini datang dengan sendirinya tanpa ada paksaan.

“Mereka tiba-tiba datang kesini (sekretariat saya.red), ya saya terima,” ungkapnya.

Husen menjelaskan, kedatangan mereka untuk mengadukan persoalan KCS yang mereka terima, akan tetapi tidak bisa digunakan.

“Saya hanya bisa nampung aduan dari mereka, dan atas kejadian ini saya akan menyampaikan dan menemui wakil rakyat atas persoalan tersebut, karena jumlahnya bukan hanya 1 sampai dua orang. Akan tetapi ini sampai puluhan, dan tidak menutup kemungkinan persoalan ini juga terjadi di tempat lain. Saya akan sampaikan ke wakil rakyat karena saya juga ga punya kepentingan apa-apa, kasihan mereka ibu-ibu,” jelasnya. (Red/Btp)

Comments are closed.