Kejari Cilegon Serahkan 2 Unit Kendaraan Dinas Ke Pemkot Cilegon Yang Digadai ASN

0
28

CILEGON – (BTP) – Kejaksaan Negeri berhasil mengembalikan aset milik Pemerintah Kota Cilegon berupa dua unit kendaraan dinas operasional milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diberikan oleh Pemerintah Kota Cilegon kepada Kejaksaan Negeri, Senin (14/06/2021)

Penyerahan aset tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Kejaksaan Negeri yang telah diberikan Surat Kuasa Khusus oleh Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian untuk mencari aset-aset berupa Gedung, Tanah hingga Kendaraan Dinas Operasional yang masih dikuasasi oleh pihak ketiga.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cilegon Elly Kusumastuti mengatakan, bahwa pihaknya hanya diberikan kuasa untuk mencari barang-barang aset milik Pemerintah Kota Cilegon yang berada di pihak ketiga.

“Ini kami sudah bisa mengembalikan dua unit kendaraan dinas operasional yang sudah berpindah tangan di pihak ketuga. Mobil ini statusnya digadaikan oleh salah seorang ASN,” katanya.

Elly melanjutkan, pihaknya akan menyerahkan gedung-gedung yang saat ini belum bisa disebutkan, termasuk fasilitas sosial dan umum serta tanah yang masih dikuasai oleh pihak ketiga dan pengembang.

“Saat ini baru kendaraan dinas yang berhasil diserahkan jenis Terios bernomor polisi A 1530 RZ dan Kijang bernomor polisi A 1531 RZ Kapsul, nanti selanjutkan yang gedung dan tanah akan kami serahkan ke Pemkot Cilegon. Kita hanya mengacu pada Surat Kuasa Khusus saja,” ujarnya.

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengaku, saat ini tidak mengetahui keberadaan ASN yang menggadaikan kendaraan dinas operasionalnya.

“Yang pasti ini berkat kerjasama dari inspektorat dan Kejari hingga aset bisa dikembalikan. Yang penting aset negara sudah bisa dikembalikan,” ucapnya.

Sementara itu, Hanafi selaku yang menerima gadai kendaraan dinas mengaku tidak mengetahui karena salah seorang ASN bernama Bambang Wijayanto datang kepada dirinya secara tiba-tiba dengan membawa mobil pada malam hari untuk digadai.

“Saya lihat plat nomornya, kok plat merah? saya ga mau? Ini ada plat hitamnya kata Bambang, lalu kata saya lagi, ini palsu ga? Kata Bambang ga apa-apa Pak Haji insyaallah aman, tanggung jawab saya, Jadi aman nih, iya aman kata Bambang,” ujarnya.

Disinggung sudah berapa lama digadai, Hanafi menjelaskan, sudah ada satu tahun Pak Bambang menggadaikan ke saya.

“Ini mobil juga tidak saya pakai, dan saya minta ke Pak Bambang hanya satu minggu saja waktu (gadainya.red) dengan harga 36 juta rupiah. Ya alhamdulillah sampai sekarang Pak Bambang ga muncul-muncul ke saya,” tukasnya. (Red/Btp)

Comments are closed.