PANDEGLANG – (BTP) – Dugaan Monopoli Proyek dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang belum lama ini didengungkan oleh sejumlah ratusan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Pandeglang Melawan (KRPM) dihalaman Gedung Pendopo. Hal itu juga disampaikan oleh puluhan masa yang tergabung dalam Komunitas Nasional Pemuda Independen (KNPI) Pelat Merah melakukan aksi unjuk rasa dihalaman Kantor Dindikbud Pandeglang. Senin (05/07/2021).

Koordinator aksi Entis Sumantri mengatakan, bahwa dugaan monopoli proyek yang dilakukan oleh oknum Dinas Pendidikan yaitu dalam proses lelang, dimana terdapat banyak kejanggalan yakni diduga kuat pihak Dikbud Pandeglang sudah memploting perusahan yang bakal mendapatkan tender.

“Hal itu tidak boleh dilakukan oleh oknum Dikbud Pandeglang, karena telah menyalahi telah menyimpang dari pedoman Tentang Pengadaan Barang dan Jasa serta kode etik Aparatur Sipil Negara,” katanya.

Disampaikan, Entis, puluhan proyek rehabilitasi dan revitalisasi gedung Sekolah Dasar (SD) ataupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang pada TA 2021 dalam pelaksanaannya diduga mengurangi spesifikasi kontruksi.

“Dengan begitu, kami menuntut kepada aparat penegak hukum untuk manangkap dan memeriksa oknum dinas yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),” ungkapnya.

Bahkan tak hanya itu, pihaknya juga meminta agar oknum tersebut dipecat serta meminta kepala dinas pendidikan diganti, lantaran diduga tidak mampu mengemban tugas dan mengelola Dindikbud Pandeglang dengan baik dan bersih dari korupsi.

“Banyak menemukan pekerjaan yang tersebar di Kabupaten Pandeglang, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikerjakan oleh Kontraktor melakukan pengurangan spesifikasi kontruksi. Oleh sebab itu, pendemo meminta OPD Teknis di lingkungan Dinas Pendidikan agar memblacklist konsultan dan kontraktor yang diduga sengaja melakukan mark-up serta pengurangan spesifikasi yang menyebabkan kerugian Negara,” tandasnya.

Apabila tuntutan itu tidak diindahkan, maka pendemo mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa dan elemen yang lebih banyak lagi.

“Kami akan melakukan aksi unjuk rasa kembali dengan jumlah massa dan elemen yang lebih banyak lagi. Atas perhatian dan kerjasamanya Kami ucapkan terimakasih,” tukasnya. (Ria/Btp)