CILEGON – (BTP) – Sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat Jawa-Bali oleh Pemerintah membuat omset para pedagang khususnya pedagang pasar tradisional kranggot, Kota Cilegon menurun.

Tidak tangung-tanggung turun omset para pedagang menurun hampir 66 persen sudah sepekan terakhir ini.

Salah satu pedagang sayuran Supriyadi mengatakan, semenjak diberlakukan PPKM Darurat oleh Pemerintah omsetnya menurun drastis. Omsetnya turun itu disebabkan para pelangganya seperti pedagang seblak, pedagang nasi uduk dan pecel lele tidak berjualan.

“Parah banget kang, sudah sepeken ini omset saya menurun sampai 66 persen,” katanya, Senin (12/07/2021).

Saat disinggung ada kenaikan kah soal harga? pedagang ini mengaku, untuk soal harga tidak ada satupun harga sayuran yang naik, semua stabil dan stok barang juga stabil.

“Harga sayuran tidak ada kenaikan yang signifikan, cuma pembeli saja yang agak menurun yang membuat omset saya menurun drastis,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Kranggot Kota Cilegon Aceng Syarifudin membenarkan omset para pedagang menurun hingga 66%.

“Penyebabnya adalah para pelanggan banyak yang menghentikan aktivitas berjualannya sementara selama diterapkan PPKM Darurat. Adapun untuk stok barang dan harga saat ini masih relatif stabil tidak ada kenaikan harga,” tukasnya. (Ria/Red/Btp)