TANGERANG – (BTP) – Program Indonesia Pintar merupakan bantuan yang diluncurkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial dan Kementrian Agama, yang disalurkan kepada anak didik Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) berusia 6-12 yang diberikan kepada keluarga yang tidak mampu dengan ketentuan dan klasifikasi tertentu.

Namun tidak dengan yang terjadi di sekolah Dasar Kandawati.1 Jl. KH. Astari Kampung Cakung 002/001 desa Kandawati Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang. Pada saat terhembusnya kabar berita tentang adanya wali murid yang ramai-ramai mendatangi KCP Bank BRI Kresek guna mempertanyakan kemana anggaran bantuan program Indonesia pintar (PIP) tahun 2020 yang mereka sama sekali tidak terima dananya bahkan bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Buku Rekening Tabungannya pun tidak ada.

Permasalahan timbul ketika pada hari Kamis 29 Juli 2021 wali murid meminta surat keterangan dari pihak sekolah untuk menyatakan betul dari 30 orang siswa tersebut yang telah diberikan surat pernyataan untuk kepengurusan administrasi ke KCP Bank BRI sebagai pengajuan PIP.

Menurut penuturan wali murid Johariyah (44) tahun mengatakan, Ketika pengajuan PIP ke KCP BRI Kresek datanya sudah ada dan terdaftar sebagai penerima PIP akan tetapi buku rekening dan kartunya kami tidak ada. Lantas kami mendatangi pihak sekolah untuk meminta keterangannya.

“Kenapa kok bisa ada data kami, sementara kami tidak menerima manfaat tersebut,” katanya.

Saat dimintai keterangan oleh awak media yang tergabung di Media Online Indonesia (MOI) Kab. Tangerang, Jum’at 30/07/2021 di Disekolah Arip salah satu tenaga pengajar di SD Kandawati.1 keterwakilan dari pihak sekolah menyatakan, ketika adanya program itu maka kami pihak sekolah merasa kaget Ketika terjadi hal seperti ini, beberapa hari yang lalu Mendapatkan informasi karena ada siswa kami yang mendapatkan PIP tahun ini sehingga kami dari pihak sekolah Menghubungi para wali murid tersebut dan memberikan surat pernyataan bahwa mereka itu benar siswa aktif disini, siswa terdaftar disini.

Pihak sekolah berusaha mendorong pihak wali murid untuk datang ke BRI untuk membuat buku rekening tersebut, sehingga pada saat datang di KCP BRI Kresek keterangan dari BRI bahwa kartu tersebut sudah Pernah dicetak pada tahun 2020.

Ketika mendapatkan informasi tersebut kami pihak sekolah bergegas mendatangi pihak BRI dan meminta klarifikasi seperti apa? Ternyata ya memang benar sudah di cetak pada tahun 2020. dan kami menanyakan siapa yang mencetak seperti apa terjadi seperti itu dan pigak BRI tidak bisa memberi tau karena dengan alasan privasi. dan untuk mempertanyakan tersebut pihak KCP BRI Kresek menyarankan untuk mendatangi BRI Cabang Tangerang Jl. A. Yani.

“Kami pihak sekolah merasa perihatin, karena kami tidak tahu bahwa siswa kami ada yang mendapatkan PIP kemudian sudah dicetak, entah siapa yang mencetak, atau alur kronologinya kami tidak tahu, karena posisinya disaat tahun 2021 ini mereka mendapatkan PIP dan kita mendorong ke KCP BRI Kresek ternyata seperti itu kejadiannya,” tandasnya.

Intinya kami memohon kejadian ini pihak BRI memberikan kejelasan terkait permasalahan tersebut, agar tidak terulang lagi seperti tahun kemarin, bisa dicetak dan saldo dapat diterima haknya oleh penerima manfaat tersebut. (Ria/Btp)