LINGKUNGAN

Lahan Menyusut, TNI Turun Tangan: Kolaborasi Kodim Cilegon dan Petani Genjot Produksi Jagung

BANTENTOP — Menyusutnya lahan pertanian tak membuat langkah petani di Kota Cilegon surut. Justru di tengah keterbatasan itu, kolaborasi dengan TNI menjadi energi baru untuk menjaga produktivitas.

Melalui program TMMD ke-128, Kodim 0623/Cilegon bersama petani menggarap dua hektare lahan di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, dengan komoditas jagung—tanaman strategis yang dinilai mampu menopang ketahanan pangan daerah.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Cilegon, Juwadi, menyebut keterlibatan TNI menjadi dorongan moral sekaligus teknis bagi petani.

“Kami sangat mengapresiasi. Di tengah lahan yang terus berkurang, kehadiran TNI memberi semangat baru bagi petani untuk tetap produktif,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia mengungkapkan, di wilayah tersebut masih terdapat potensi lahan sekitar 10 hingga 11 hektare yang bisa dikembangkan. Namun, baru dua hektare yang saat ini berhasil dioptimalkan melalui kerja sama dengan Kodim.

Dari sisi produktivitas, jagung dinilai menjanjikan. Dalam satu hektare, hasil panen bisa mencapai 5 hingga 6 ton hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Ini peluang besar. Kalau dikelola serius dan berkelanjutan, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kodim Cilegon memastikan program ini tidak berhenti pada penanaman saja. Hasil panen nantinya akan diarahkan untuk kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat cadangan pangan lokal.

Sinergi antara TNI dan petani ini menjadi contoh konkret bagaimana kekuatan kolaborasi mampu menjawab tantangan sektor pertanian—dari keterbatasan lahan hingga ancaman krisis pangan.

Di tengah tekanan global, langkah kecil dari Bulakan ini justru bisa menjadi pijakan besar menuju kemandirian pangan daerah.

(Super_Ril)

Situs toto Situs togel Togel toto jepe togel SLotapk apkslot slotapk apkslot