
Kuliner Banten Bersiap Go International, Tinawati Gandeng HIPMI Culinari
BANTENTOP.ID — Upaya mempopulerkan pangan lokal khas Banten terus diperkuat. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menggandeng DPD HIPMI Culinari Indonesia (HCI) Banten untuk mengangkat potensi kuliner daerah agar semakin dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Kolaborasi itu mulai dibangun melalui pertemuan Tinawati dengan jajaran pengurus HCI Banten di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (26/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor kuliner lokal kini mulai diposisikan sebagai kekuatan ekonomi kreatif baru di Provinsi Banten.
Tinawati mengatakan, potensi pangan lokal Banten memiliki nilai besar jika dikemas secara modern dan kreatif oleh para pelaku industri kuliner. Apalagi, HCI dihuni para chef muda dan pengusaha food and beverage yang memiliki jejaring luas di dunia kuliner nasional.
“Saya kedatangan para chef dan pengusaha yang tergabung dalam HIPMI Culinari Indonesia. Kami membahas bagaimana sektor food and beverage di Banten bisa memanfaatkan pangan lokal menjadi produk kuliner unggulan,” ujar Tinawati.
Tak sekadar diskusi, kerja sama tersebut juga akan diwujudkan dalam sejumlah agenda promosi kuliner yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang. Agenda itu diproyeksikan menjadi panggung bagi produk pangan lokal Banten untuk tampil lebih modern, kompetitif, dan menarik pasar yang lebih luas.
Menurut Tinawati, kuliner tidak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata. Keduanya menjadi wajah daerah yang mampu menciptakan daya tarik ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya.
“Kuliner dan pariwisata adalah satu kesatuan yang harus kita bangun bersama. Kita ingin memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Banten sampai ke tingkat internasional,” katanya.
Ia juga menilai keberadaan chef muda dan pengusaha kuliner kreatif menjadi aset penting bagi masa depan ekonomi daerah. Di tengah persaingan industri makanan yang semakin dinamis, inovasi berbasis pangan lokal dinilai mampu menjadi pembeda sekaligus peluang besar bagi UMKM Banten untuk naik kelas.
Tinawati menegaskan, Dekranasda membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan komunitas kreatif, termasuk HCI, guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Banten.
Sementara itu, Ketua DPD HIPMI Culinari Indonesia Banten, Putri Rahma Febriani, menyambut positif sinergi tersebut. Ia memastikan HCI siap terlibat aktif dalam berbagai program pengembangan kuliner daerah.
Menurutnya, Banten memiliki banyak bahan pangan lokal yang potensial dikembangkan menjadi sajian khas berdaya jual tinggi. Namun, diperlukan sentuhan inovasi, promosi, dan dukungan lintas sektor agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional.
“Mudah-mudahan banyak program HCI yang bisa disinergikan dengan Dekranasda Provinsi Banten untuk membantu perkembangan kuliner dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Putri.
Kolaborasi antara Dekranasda dan HCI ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor kuliner kini bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun ekonomi kreatif, membuka peluang usaha baru, hingga memperkuat branding daerah.
Di tengah tren wisata kuliner yang terus berkembang, Banten tampaknya mulai serius menjadikan pangan lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi baru tanah jawara.
(Red*)







