BANTENTOP
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Masuk
  • Health
  • Global Affairs
  • Cilegon
  • Kota Cilegon
  • NelayanTradisional
  • BBMBersubsidi
  • Pertalite
  • Perikanan
BANTENTOPBANTENTOP
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Home » Blog » Mendes PDT Yandri Sebut Festival Cikolelet 2026 Upaya Pertahankan Kearifan Lokal
Serang

Mendes PDT Yandri Sebut Festival Cikolelet 2026 Upaya Pertahankan Kearifan Lokal

Amirudin Ma'ruf
Diterbitkan: 30 Agustus 2026
Bagikan
5 Menit Baca
- Advertisement -
Ad imageAd image

BANTENTOP.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkapkan bahwa Festival Cikolelet ke-6 Tahun 2026 merupakan upaya mempertahankan kearifan lokal. Hal ini disampaikan Mendes Yandri saat menghadiri Festival Cikolelet di Alun-alun Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang pada Jumat, 28 Agustus 2026 malam.

Turut hadir pada Festival Cikolelet dengan Penampilan Pentas Seni Tradisional dan Pagelaran Wayang Kulit Giri Harja Putra 2, yakni jajaran Kemendes PDT, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Serang, Camat Cinangka Tuti Setiawati, dan ribuan warga se-Kecamatan Cinangka.

“Acara yang luar biasa yaitu Festival Wisata Desa Cikolelet. Sungguh luar biasa dan membanggakan kita semua untuk mempertahankan kearifan lokal. Kemudian juga ada potensi desa yang diangkat ke permukaan, ada BUMDes, ada Ngaguradano, ada macam-macam yang ditampilkan. Ini artinya Desa Cikolelet sangat peduli, sangat gigih memperjuangkan kearifan lokal dan disambungkan dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yandri Susanto.

Karena dengan digelarnya festival, menurut Mendes Yandri, UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah akan tumbuh berkembang dan pendapatan masyarakat akan meningkat. “Selamat buat Desa Cikolelet, luar biasa ini untuk bangun desa, bangun Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Mendes Yandri mengajak untuk bijak menggunakan media sosial atau medsos. Karena kata dia, media sosial itu sangat membantu saat ini jika digunakan untuk hal-hal yang positif. Akan tetapi, jika dibuat untuk hal yang tidak positif itu akan berbahaya.

Baca Juga

Pemprov dan SMSI Tekankan Informasi Berkualitas untuk Kawal Pembangunan Berdampak di Banten

“Misalkan menyebarkan berita hoaks, berita fitnah, berita yang menyerang orang dengan tanpa data, itu sangat merugikan bangsa ini dan juga merugikan bagi yang menyebarkan. Hati-hati, karena akan berurusan dengan aparat penegak hukum. Contoh saya, difitnah dibuat AI, seolah-olah saya menutup warung di desa padahal itu nggak pernah saya sampaikan, makanya saya laporkan ke aparat penegak hukum,” tegasnya.

Namun demikian, sebut Mendes Yandri, jika media sosial bagus digunakan untuk hal yang positif seperti memviralkan kegiatan Festival Cikolelet saat ini, bukan memviralkan yang tidak positif terlebih fitnah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Jadi mari bermedsos dengan bertanggung jawab dan itu dalam rangka kita untuk melakukan persatuan dan kesatuan, ujungnya itulah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” tandasnya.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan Desa Wisata Cikolelet menjadi salah satu percontohan atau role model pengembangan desa wisata di Kabupaten Serang. Keberhasilan Desa Cikolelet yang berulang kali mengharumkan nama daerah merupakan bukti bahwa keberagaman potensi lokal jika dikelola dengan baik akan melahirkan prestasi yang luar biasa. “Penyelenggaraan Festival Cikolelet tidak hanya menyajikan hiburan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi kebudayaan daerah,” ujarnya.

Baca Juga

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Kebudayaan daerah itu, sambung Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah, meliputi pertunjukan seni warisan leluhur seperti pentas Rampak Bendrong Lesung hingga pagelaran Wayang Golek Giri Harja Putra 2 yang disuguhkan pada malam hari, menjadi bukti bahwa masyarakat Cikolelet senantiasa merawat dan bangga akan identitas budayanya sendiri.

“Upaya pelestarian budaya ini berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata berbasis komunitas yang tumbuh di Desa Cikolelet telah memberikan dampak ekonomi nyata atau multiplier effect yang dirasakan langsung oleh warga. Pemkab Serang akan terus mendukung,” katanya.

Oleh karenanya, Ratu Zakiyah mengajak masyarakat Desa Cikolelet untuk terus menjaga keramahan, keamanan, dan kebersihan lingkungan demi memberikan kesan terbaik bagi setiap tamu yang berkunjung. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Desa RI, Kepala Desa Cikolelet, panitia pelaksana, para sponsor dan donatur, serta seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” tuturnya.

Kepala Desa (Kades) Cikolelet Ojat Darojat mengatakan Festival Cikolelet merupakan kali ke-6 sejak tahun 2020. Artinya masyarakat Cikolelet tetap konsisten dalam upaya-upaya pelestarian terhadap tradisi budaya yang mengakar di Desa Cikolelet. Terlebih Desa Cikolelet sudah mendapatkan sertifikat sebagai desa yang mempunyai kearifan lokal dari Kementerian Pariwisata yang punya akar tradisi budaya yang mengakar dan dipatenkan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Artinya ini adalah modal dasar kita dalam rangka bagaimana mengembangkan inovasi di Desa Cikolelet. Di mana Cikolelet sejak tahun 2017 masuk dalam kategori desa wisata. Artinya walaupun dengan kendala-kendala yang ada tetapi kita tetap fokus pada pengembangan desa wisata Desa Cikolelet, melalui konsep tradisi budaya tersebut,” ujarnya.

(Red*)

Baca Juga

Bukan Sekadar Muswil, HIPKA Banten Bidik Kolaborasi Bisnis dan Lapangan Kerja
- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Keterbukaan Informasi Cilegon Diuji, Komisi Informasi Banten Soroti Transparansi hingga Media Sosial
Artikel Berikutnya Dewan Pendidikan Cilegon Buka Dompet Pendidikan, Syaiful: Masa Depan Anak Tak Boleh Terhenti
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta

DLH Cilegon: Sekitar 200 Industri Miliki SOP Tanggap Darurat Bencana

Tahapan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon, Usia Minimal 40 Tahun

PB Mathla’ul Anwar–Kemnaker siap kolaborasi perluas akses kerja dan wirausaha bagi masyarakat

Pemprov Banten Pastikan APBD 2027 Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Serang

5 Abad Kabupaten Serang, Sekda Banten Tekankan Kolaborasi Pembangunan

Serang

Peringati Hari Jadi ke-500, Bupati Serang Ziarah ke Makam Sultan hingga Santuni Anak Yatim

Serang

Momentum HUT ke-26 Banten: Gubernur Andra Soni Apresiasi Kinerja Desa dan Perangkat Daerah

Serang

HUT ke-26 Banten, Gubernur Andra Soni Paparkan Pembangunan Berdampak dari Sekolah Baru dan Kesehatan Gratis

Serang

Bagi Anak Pemegang KIA Kabupaten Serang, Bisa Nikmati Wahana Gratis di Anyer Wonderland

BANTENTOP
BANTENTOP.ID hadir untuk menyajikan informasi yang dekat dengan kehidupan warga Banten—aktual, berimbang, dan relevan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

2016 © BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com