
Semangat Kebersamaan Warga Sukadamai, Jalan Lingkungan hingga Drainase Ditata Bersama
BANTENTOP.ID — Pemandangan berbeda terlihat di lingkungan Sukadamai RT 03 RW 07, Kelurahan Panggung Rawi, Minggu (10/5/2026). Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak berkumpul membawa peralatan kerja bakti. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan, merapikan paving blok, hingga membenahi drainase jalan secara swadaya.
Kegiatan itu bukan sekadar kerja bakti rutin. Di balik cangkul, sapu, dan alat pemotong rumput yang digunakan warga, tersimpan semangat kebersamaan yang mulai jarang ditemukan di tengah kehidupan perkotaan yang semakin individualistis.
Warga secara bersama-sama membersihkan jalan utama dan gang-gang lingkungan RT 03 RW 07. Rumput liar dibabat, saluran air dibersihkan dari endapan tanah dan sampah, paving blok yang bergelombang dirapikan kembali, hingga pemasangan lampu penerangan jalan dilakukan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Sekretaris RT 03 RW 07 Sukadamai, Salim Jasa, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kesadaran bersama warga untuk menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.
“Gotong royong ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi bagaimana warga tetap memiliki rasa peduli dan kebersamaan. Semua dilakukan secara swadaya dan penuh kekompakan,” ujar Salim kepada wartawan.
Menurut dia, kondisi drainase di sejumlah titik memang perlu dibenahi agar aliran air tetap lancar dan tidak memicu genangan ketika hujan turun. Selain itu, perapihan paving blok juga dilakukan demi kenyamanan akses warga sehari-hari.
Ia menilai, budaya gotong royong harus terus dipertahankan sebagai kekuatan sosial masyarakat di tingkat lingkungan. Sebab, persoalan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Kalau lingkungan bersih dan tertata, yang merasakan manfaatnya juga warga sendiri. Karena itu kami ingin semangat kebersamaan ini terus hidup,” katanya.
Perwakilan warga, Amirudin, menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam kegiatan tersebut. Bahkan, warga dari berbagai usia ikut turun langsung membantu pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang silaturahmi yang efektif di tengah kesibukan masyarakat. Warga tidak hanya bekerja bersama, tetapi juga saling berinteraksi dan memperkuat hubungan sosial antar tetangga.
“Sekarang momen seperti ini penting. Warga bisa kembali akrab, saling peduli, dan bersama-sama menjaga lingkungannya,” ujar Amirudin.
Kegiatan gotong royong itu menjadi gambaran bahwa budaya kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat. Dengan semangat “dari warga, oleh warga, dan untuk warga”, masyarakat Sukadamai menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dan kepedulian bersama.
(Red*)









