
Pabrik Dongsuh Chemical Diresmikan di Cilegon, Robinsar Minta Warga Lokal Jadi Prioritas
BANTENTOP.ID — Wali Kota Cilegon Robinsar meminta investasi baru di Kota Baja tak hanya memperkuat industri, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal.
Hal itu disampaikan Robinsar saat menghadiri Inauguration Ceremony – Indonesia’s First Anode Binder Production Plant for the Aluminium Smelting Industry di kawasan PT Krakatau Posco, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Rabu (19/8/2026).
Acara tersebut sekaligus menandai peresmian PT Dongsuh Chemical Cilegon, fasilitas produksi bahan baku untuk industri peleburan aluminium. Kehadiran pabrik ini menjadi bagian dari penguatan hilirisasi industri di Indonesia.
Robinsar menyambut positif investasi tersebut. Ia memastikan Pemerintah Kota Cilegon siap mendukung perkembangan industri dan investasi selama memberikan manfaat bagi daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Cilegon dan juga secara pribadi, kami mengucapkan selamat atas peresmian PT Dongsuh Chemical Cilegon yang berdiri di Kota Cilegon. Kami akan support, mendukung, dan mendoakan agar PT Dongsuh Chemical Cilegon semakin maju dan memberikan manfaat untuk masyarakat Kota Cilegon,” kata Robinsar.
Menurut dia, kehadiran Dongsuh Chemical juga sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah pusat yang menjadi salah satu bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Robinsar menilai pengolahan bahan baku di dalam negeri akan meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.
“Tadi seperti Bapak Dirjen sampaikan bahwa PT Dongsuh Chemical Cilegon ini juga dalam rangka hilirisasi yang menjadi Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Tentunya ini sangat baik karena sumber daya alam kita sangat banyak dan melimpah, tetapi hari ini belum maksimal,” ujarnya.
Ia berharap industri yang tumbuh di Kota Cilegon turut membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha dan tenaga kerja lokal.
“Kami berharap tolong libatkan pengusaha lokal kami dan ketika ada kebutuhan employment ataupun penyerapan tenaga kerja, tolong diprioritaskan warga Kota Cilegon. Insyaallah kami tidak kalah bersaing,” tegasnya.
Investasi Korea Masuk Industri Material Maju
Duta Besar Republik Korea untuk RI, Yoon Sung Gu, menyebut kehadiran Dongsuh Chemical menjadi simbol semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan.
Menurut dia, investasi Korea di Indonesia kini tidak lagi terbatas pada sektor kehutanan, industri ringan, listrik dan elektronik, maupun infrastruktur. Investasi mulai bergerak ke sektor material maju.
“Pabrik ini memiliki makna yang sangat penting karena menunjukkan bahwa investasi Korea di Indonesia yang sebelumnya berkembang di sektor kehutanan, industri ringan, listrik dan elektronik, serta infrastruktur, kini semakin meluas ke sektor material maju,” kata Yoon.
Ia berharap Cilegon dapat berkembang menjadi kawasan industri strategis seperti Yeosu dan Gwangyang di Korea Selatan.
Yoon juga meminta perusahaan tetap mengedepankan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
“Saya juga berharap Dongsuh Chemical senantiasa mengutamakan keselamatan dan lingkungan serta terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat setempat di Indonesia,” ujarnya.
Hilirisasi Batu Bara di Cilegon
Sementara itu, Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI Taufiek Bawazier mengatakan investasi Dongsuh Chemical menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi batu bara.
Fasilitas tersebut mengolah coal tar menjadi coal tar pitch atau pitch, bahan yang digunakan dalam industri peleburan aluminium.
“Dengan adanya kemampuan chemical yang dibangun di dalam negeri, khususnya di Cilegon, akan memberikan nilai tambah buat wilayah Cilegon dan Provinsi Banten. Ini menjadi sangat penting untuk penyerapan tenaga kerja dan juga untuk mengisi kebutuhan industri nasional,” ujar Taufiek.
Ia mengatakan pengembangan industri tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Lebih jauh, industri kimia diharapkan mampu mendorong inovasi dan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah baik. Ini adalah bentuk hilirisasi batu bara yang nantinya akan terus dikembangkan, tidak hanya berhenti di sini, tetapi dengan kemampuan teknologi, analisis, dan inovasi,” katanya.
Taufiek juga menyebut kinerja investasi dan ekspor Indonesia pada semester I 2026 cukup positif.
Realisasi investasi periode Januari-Juni 2026 disebut mencapai sekitar Rp203 triliun. Sementara nilai ekspor mencapai sekitar US$155 miliar, dengan sekitar 82 persen di antaranya berasal dari sektor manufaktur.
“Ini artinya ekonomi kita dari sektor industri menjadi makin besar. Ini tentunya menjadi kebanggaan kita semua dan kalau kita melihat sektor industri, tentunya kita cukup optimis,” tuturnya.
Produksi 50 Ribu Ton Pitch Binder
Chairman PT Dongsuh Chemical Group Jang-Yeol Jeon menjelaskan, fasilitas yang dibangun di Cilegon memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 50.000 ton CTP Pitch Binder dan 38.000 ton Creosote Oil.
Menurut dia, pabrik tersebut memiliki arti strategis karena Indonesia kini dapat memproduksi sendiri bahan utama yang dibutuhkan dalam proses peleburan aluminium.
“Makna penting dari proyek ini adalah bahwa Indonesia kini dapat memproduksi secara mandiri bahan utama yang digunakan dalam proses peleburan aluminium, yang selama ini masih bergantung pada impor,” kata Jang-Yeol.
Tak hanya membawa investasi, Dongsuh Chemical juga berupaya memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sangik Foundation menyerahkan beasiswa kepada 100 siswa. Program itu disebut telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2016, bahkan tetap dilaksanakan selama pandemi Covid-19.
“Hingga semester pertama tahun ini, beasiswa telah diberikan sebanyak 14 kali kepada total 500 orang pelajar,” ungkapnya.
Jang-Yeol berharap keberadaan Dongsuh Chemical Group di Indonesia tidak berhenti pada investasi dan pembangunan fasilitas industri.
Perusahaan, kata dia, ingin tumbuh bersama masyarakat sekaligus ikut membuka peluang bagi generasi muda di sekitar kawasan industri.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, Cilegon kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional. Tantangannya kini bukan sekadar mendatangkan investasi, tetapi memastikan geliat industri tersebut benar-benar terasa hingga ke masyarakat Kota Cilegon.
(Red*)







