BANTENTOP
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Masuk
  • Health
  • Global Affairs
  • Cilegon
  • Kota Cilegon
  • NelayanTradisional
  • BBMBersubsidi
  • Pertalite
  • Perikanan
BANTENTOPBANTENTOP
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Home » Blog » UHC Cilegon Dibersihkan, 896 Warga Meninggal Masih Tercatat
Kota Cilegon

UHC Cilegon Dibersihkan, 896 Warga Meninggal Masih Tercatat

Redaksi
Diterbitkan: 10 September 2026
Bagikan
6 Menit Baca
- Advertisement -
Ad imageAd image

BANTENTOP.ID – Pemerintah Kota Cilegon mulai membongkar persoalan klasik dalam program bantuan sosial: data penerima yang tidak lagi sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Evaluasi pendataan dan implementasi program sosial digelar Pemkot Cilegon di Aula Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Cilegon, Kamis (10/9/2026). Fokus utama evaluasi kali ini adalah memastikan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

Wali Kota Cilegon Robinsar memimpin langsung rapat yang diikuti perangkat daerah, camat, lurah, serta unsur terkait. Ia menegaskan pemutakhiran data bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi berkaitan langsung dengan efektivitas pelayanan publik dan penggunaan anggaran daerah.

“Evaluasi ini merupakan tindak lanjut hasil rapat dua minggu yang lalu dengan para lurah dan camat untuk segera mempercepat pemutakhiran data UHC,” kata Robinsar.

Hasil verifikasi di lapangan menunjukkan masih terdapat data kepesertaan yang perlu dibersihkan. Mulai dari warga yang telah meninggal dunia, pindah domisili, sudah memiliki jaminan kesehatan dari pihak lain, hingga warga yang secara ekonomi dinilai sudah mampu tetapi masih tercatat sebagai penerima fasilitas bantuan BPJS.

Baca Juga

Ribuan Santri Padati Senam HSN 2026, GP Ansor Cilegon Hidupkan Semangat Kebersamaan

Robinsar menilai kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti. Sebab, data yang tidak diperbarui bukan hanya berpotensi membuat program tidak tepat sasaran, tetapi juga dapat membuat anggaran pemerintah terus dialokasikan kepada penerima yang sebenarnya sudah tidak memenuhi kriteria.

“Yang sudah meninggal dunia dan yang sudah pindah domisili itu harus segera ditindaklanjuti untuk dicabut dari kepesertaan. Karena kalau masih terdata, tentu anggarannya tetap berjalan. Padahal masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Robinsar, penertiban data tersebut bukan berarti mengubah desil penerima manfaat. Pemerintah lebih menitikberatkan pada akurasi cakupan kepesertaan UHC.

Baca Juga

Buka LK II HMI Cilegon, Wawali Tekankan Pentingnya Proses Membentuk Pemimpin

“Ini tidak mempengaruhi desil, tetapi lebih mempengaruhi cakupan masyarakat yang mengikuti fasilitas tersebut. Dari hasil konfirmasi data, sekitar 98 persen masih memenuhi syarat untuk UHC,” jelasnya.

Angka hasil verifikasi di lapangan menunjukkan persoalan tersebut bukan perkara kecil.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Cilegon Upik Suwardani mengatakan, seluruh 43 kelurahan telah menyampaikan hasil pendataan sementara. Dari proses tersebut ditemukan 896 warga telah meninggal dunia, 1.077 warga pindah ke luar Kota Cilegon, 22 warga kepesertaan BPJS-nya telah ditanggung pihak lain, serta 2.617 warga yang masuk kategori mampu tetapi masih tercatat menerima fasilitas bantuan BPJS.

“Berdasarkan rekapitulasi data sementara yang sudah masuk hari ini, alhamdulillah 43 kelurahan seluruhnya sudah masuk. Ini merupakan hasil kerja keras para camat dan lurah dalam melakukan verifikasi dan validasi data UHC di lapangan,” kata Upik.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Data tersebut kini menjadi bahan evaluasi lintas perangkat daerah. Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan untuk program sosial benar-benar memberikan manfaat kepada warga yang membutuhkan.

Di sisi lain, persoalan data UHC juga memperlihatkan pentingnya tertib administrasi kependudukan. Untuk warga yang telah meninggal dunia, misalnya, pemerintah tidak bisa serta-merta menghapus data tanpa proses administrasi yang benar.

Baca Juga

Pelindo Banten Latih Warga Beternak Bebek, Bantu UMKM dengan 10 Booth Container

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon Hayati Nufus mengatakan pelaporan kematian menjadi salah satu kunci untuk membersihkan data penerima manfaat.

“Pelaporan kematian harus terus digencarkan. Ketika warga yang sudah meninggal dilaporkan ke Disdukcapil, data kependudukannya akan diperbarui dan terintegrasi dengan BPJS sehingga tidak lagi tercatat sebagai penerima manfaat,” ujar Hayati.

Menurut dia, tertib administrasi kependudukan bukan sekadar urusan dokumen. Data kependudukan yang akurat menjadi fondasi bagi berbagai layanan pemerintah, termasuk kesehatan dan bantuan sosial.

Karena itu, Hayati mendorong keluarga atau ahli waris segera melaporkan anggota keluarga yang meninggal melalui program Pelayanan Administrasi Kependudukan (PADUKA).

“Ini sangat membantu Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan dalam memastikan bantuan dan pelayanan diberikan kepada masyarakat yang masih berhak,” katanya.

Selain pembenahan data UHC, Pemkot Cilegon juga mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Disdukcapil menargetkan cakupan aktivasi IKD bisa menembus lebih dari 30 persen hingga akhir 2026.

“Mulai hari ini kita bergerak bersama. Teman-teman camat dan lurah harus tetap semangat untuk memperluas aktivasi IKD kepada masyarakat,” kata Hayati.

IKD diharapkan membuat pelayanan administrasi kependudukan semakin praktis. Masyarakat nantinya dapat mengakses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler tanpa harus selalu membawa salinan dokumen fisik untuk berbagai keperluan layanan.

Bagi Pemkot Cilegon, pembenahan data UHC dan percepatan digitalisasi administrasi kependudukan berada dalam satu kepentingan yang sama: membangun basis data pemerintah yang lebih akurat.

Sebab, program sosial yang tepat sasaran tidak mungkin lahir dari data yang kedaluwarsa.

Robinsar menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi antara kelurahan, kecamatan, perangkat daerah, BPJS Kesehatan dan Disdukcapil agar data masyarakat terus diperbarui.

“Intinya kita ingin memastikan seluruh program pemerintah tepat sasaran. Data harus terus diperbarui, koordinasi harus diperkuat, dan masyarakat yang memang berhak harus mendapatkan pelayanan serta bantuan pemerintah,” pungkasnya.

(Red*)

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Revisi RTRW Cilegon Dimulai, Robinsar Soroti Industri hingga Ancaman Banjir
Artikel Berikutnya Wali Kota Robinsar dan PWI-SMSI Cilegon Turun Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau dengan Tb Gunung Santri
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Dukung Klinik KDMP Layani BPJS, GEMA MA Ingatkan Syarat FKTP dan Peran Apoteker : Perluas Akses, Jangan Turunkan Mutu

Mulai 2027, Disperindag Cilegon Wajibkan Pedagang Pasar Bayar Retribusi Pakai QRIS

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Najib Hamas Ajak Bersatu Optimalkan Potensi Diri

PRAMARIN Banten Gelar Dialog Praktisi, Dorong Potensi Maritim dan Pengusaha Lokal

PRAMARIN Dorong Pelabuhan Banten Layani Kapal Kontainer, Bidik Peluang Logistik

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Dana Bergulir Cilegon Kucurkan Rp 127,5 Juta untuk 69 UMKM, Akses Modal Tanpa Bunga Terus Diperluas

Kota Cilegon

96 Warga Cilegon Dibekali Bahasa Jepang untuk Buru Kerja di Jepang

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Umumkan Penerima Beasiswa Juare

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta

Kota Cilegon

DLH Cilegon: Sekitar 200 Industri Miliki SOP Tanggap Darurat Bencana

BANTENTOP
BANTENTOP.ID hadir untuk menyajikan informasi yang dekat dengan kehidupan warga Banten—aktual, berimbang, dan relevan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

2016 © BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com