BANTENTOP
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Masuk
  • Health
  • Global Affairs
  • Cilegon
  • Kota Cilegon
  • NelayanTradisional
  • BBMBersubsidi
  • Pertalite
  • Perikanan
BANTENTOPBANTENTOP
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Home » Blog » DLH Cilegon: Sekitar 200 Industri Miliki SOP Tanggap Darurat Bencana
Kota Cilegon

DLH Cilegon: Sekitar 200 Industri Miliki SOP Tanggap Darurat Bencana

Redaksi
Diterbitkan: 13 Oktober 2026
Bagikan
3 Menit Baca
- Advertisement -
Ad imageAd image

BANTENTOP.ID – Sekitar 200 industri di Kota Cilegon disebut telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat untuk mengantisipasi potensi bencana, termasuk yang dipicu kegagalan teknologi industri. Meski demikian, kesiapsiagaan tersebut perlu terus diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Deni Yuliandi, saat mengapresiasi penyelenggaraan Seminar Nasional Antisipasi Bencana Akibat Kegagalan Teknologi dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Selasa (13/10/2026).

Menurut Deni, seminar tersebut relevan dengan karakteristik Kota Cilegon sebagai kawasan industri, perdagangan, dan jasa. Keberadaan ratusan industri membuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional ini karena sangat tepat diselenggarakan di Kota Cilegon. Mengingat Cilegon merupakan kota industri dengan sekitar 200 industri, kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat,” ujar Deni seusai menjadi moderator seminar nasional tersebut.

Ia menjelaskan, seminar yang berlangsung selama satu hari itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pelaku industri, praktisi kebencanaan, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kota Cilegon, hingga elemen masyarakat, termasuk pengurus lingkungan dan pelajar.

Baca Juga

Tahapan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon, Usia Minimal 40 Tahun

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk memperluas pemahaman mengenai risiko bencana akibat kegagalan teknologi sekaligus membangun kesiapsiagaan lintas sektor.

Deni mengatakan, berdasarkan perspektif DLH, industri di Kota Cilegon telah memiliki SOP untuk menangani kondisi darurat. Rencana kesiapsiagaan tersebut juga tercantum dalam dokumen lingkungan masing-masing perusahaan.

“Saya melihat industri yang ada di Kota Cilegon sudah memiliki SOP terkait tanggap darurat masing-masing. Dalam dokumen lingkungan perusahaan juga telah direncanakan langkah-langkah untuk mengantisipasi keadaan darurat,” katanya.

Baca Juga

Penanganan Permukiman Kumuh Cilegon Terkendala Akses Damkar

Meski demikian, keberadaan SOP dan dokumen perencanaan perlu diikuti dengan pelaksanaan yang konsisten. Koordinasi antarpihak, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemahaman mengenai prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dampak apabila terjadi keadaan darurat di kawasan industri.

Terlebih, risiko bencana akibat kegagalan teknologi tidak hanya berkaitan dengan operasional perusahaan, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kesiapsiagaan perlu dibangun secara terpadu, tidak hanya di lingkungan industri, tetapi juga di tingkat pemerintah dan masyarakat.

Melalui seminar nasional tersebut, DLH Cilegon berharap kesadaran terhadap potensi bencana akibat kegagalan teknologi semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam membangun sistem mitigasi dan penanganan bencana yang lebih terkoordinasi di Kota Cilegon.

(Red*)

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Tahapan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon, Usia Minimal 40 Tahun
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Pemprov dan SMSI Tekankan Informasi Berkualitas untuk Kawal Pembangunan Berdampak di Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Bukan Sekadar Muswil, HIPKA Banten Bidik Kolaborasi Bisnis dan Lapangan Kerja

PB Mathla’ul Anwar–Kemnaker siap kolaborasi perluas akses kerja dan wirausaha bagi masyarakat

Pemprov Banten Pastikan APBD 2027 Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Sosialisasi Penertiban Parkir Liar hingga Balap Liar, Penindakan Mulai Pekan Depan

Kota Cilegon

Aktivasi IKD Personel Polres Cilegon Lampaui Target, 141 Anggota Sudah Terlayani

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Bentuk LPS untuk Operasikan 91 Armada Sampah Hibah Kemen PU

Kota Cilegon

Dulu Jumat-Sabtu Sepi, Kini Puskesmas Ciwandan Ramai Tiap Hari

Kota Cilegon

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkot Cilegon Perkuat PATBM di Tiap Kelurahan

BANTENTOP
BANTENTOP.ID hadir untuk menyajikan informasi yang dekat dengan kehidupan warga Banten—aktual, berimbang, dan relevan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

2016 © BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com