BANTENTOP.ID – Akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Cilegon terus diperluas. Pada Oktober 2026, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dana Bergulir pada Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) Kota Cilegon menyalurkan pinjaman modal tanpa bunga senilai Rp 127,5 juta kepada 69 pelaku UMKM.
Pencairan dilakukan pada Senin (19/10) melalui Kantor Wilayah I Kecamatan Cibeber dan Kantor Wilayah II yang melayani Kecamatan Ciwandan dan Citangkil.
Kepala UPTD Dana Bergulir DinkopUKM Kota Cilegon, Siti Maheli, mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu pelaku usaha mengakses modal untuk mengembangkan bisnisnya.
Perempuan yang akrab disapa Mey itu menjelaskan, dari 69 penerima manfaat pada Oktober ini, sebanyak 35 merupakan pelaku UMKM baru. Sementara 34 lainnya merupakan penerima pinjaman lanjutan atau suplesi (top up).
“Dari total 69 pelaku UMKM yang menerima pinjaman modal tanpa bunga ini, 35 merupakan UMKM baru dan 34 suplesi atau top up,” kata Mey.
Secara kumulatif, sejak Januari hingga Oktober 2026, UPTD Dana Bergulir telah menyalurkan pinjaman modal sebesar Rp 1,201 miliar kepada 705 pelaku UMKM di Kota Cilegon.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 468 merupakan UMKM baru, sedangkan 237 lainnya menerima tambahan modal melalui skema suplesi.
Capaian ini menunjukkan bahwa program Dana Bergulir tidak hanya membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang baru merintis bisnis, tetapi juga memberikan ruang bagi usaha yang telah berjalan untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan kapasitas usahanya.
Mey mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Cilegon Juare di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar. Salah satu fokusnya ialah mendekatkan akses permodalan kepada pelaku usaha mikro, mendorong lahirnya wirausaha baru, serta memperkuat ekonomi kerakyatan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
Menurut dia, kemudahan akses modal diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperluas peluang ekonomi masyarakat.
“Melalui Dana Bergulir, mitra binaan didorong mampu mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada pergerakan ekonomi Kota Cilegon,” ujarnya.
Mey menegaskan, realisasi penyaluran pinjaman tersebut menjadi salah satu bentuk konkret dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan tidak berhenti pada penyaluran modal, tetapi berlanjut pada tumbuhnya usaha yang berkelanjutan dan semakin mandiri.
“Realisasi ini sekaligus menegaskan bahwa semangat Juare tidak berhenti pada slogan, tetapi hadir dalam bentuk modal yang bergulir, usaha yang tumbuh, dan masyarakat yang berdaya,” tutupnya.
(Red*)








