BANTENTOP
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Masuk
  • Health
  • Global Affairs
  • Cilegon
  • Kota Cilegon
  • NelayanTradisional
  • BBMBersubsidi
  • Pertalite
  • Perikanan
BANTENTOPBANTENTOP
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Home » Blog » Hari Lingkungan Hidup: NGO Rumah Hijau, Tantangan Lingkungan, dan Upaya Pemulihan
Lingkungan

Hari Lingkungan Hidup: NGO Rumah Hijau, Tantangan Lingkungan, dan Upaya Pemulihan

Amirudin Ma'ruf
Diterbitkan: 7 Juni 2024
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad imageAd image

CILEGON – (BTP) – Sebuah kota industri yang strategis, menjadi pusat berbagai inovasi dan perkembangan bisnis. Namun, di balik gemerlapnya aktivitas ekonomi, muncul sejumlah tantangan lingkungan yang mengakibatkan dampak positif dan negatif bagi masyarakat setempat. Memperingati Hari Lingkungan Hidup pada tanggal 5 Juni 2024, Supriyadi, Direktur NGO Rumah Hijau, menyoroti pentingnya kesadaran akan isu-isu lingkungan di wilayah ini.

“Kami, dari NGO Rumah Hijau, menyerukan kepada pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya untuk memberikan perhatian lebih terhadap dampak lingkungan yang ada di Kota Cilegon,” ujar Supriyadi.

Salah satu isu yang perlu mendapat perhatian adalah kegagalan teknologi di pabrik petrokimia, yang pernah menyebabkan bencana lingkungan. Perusahaan petrokimia terbesar di Asia Tenggara mengalami kebocoran gas yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami gejala mual dan muntah.

“Untuk mengatasi risiko serupa di masa depan, diperlukan konsep Mitigasi Bencana Petrokimia yang terintegrasi,” tambahnya.

Selain itu, pencemaran mikroplastik menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Partikel-partikel plastik kecil ini tersebar luas di berbagai ekosistem, mulai dari perairan laut hingga tanah. Proses dekomposisi plastik menjadi mikroplastik membutuhkan waktu yang sangat lama, menyebabkan akumulasi yang berkelanjutan.

Baca Juga

Warga Berhak Hirup Udara Bersih, Aktivis Soroti Dampak Debu Tambang di Bojonegara dan Pulo Ampel

“Dan untuk menanggulangi masalah ini juga, diperlukan langkah-langkah seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengembangan teknologi filtrasi air, dan regulasi ketat terhadap industri plastik,” ungkapnya.

Perubahan iklim juga menjadi sorotan penting dalam konteks lingkungan Kota Cilegon. Peningkatan emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, menyebabkan pemanasan global yang mengancam keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem.

“Kalau untuk mengatasi perubahan iklim termasuk penggunaan energi terbarukan, harus ada peningkatan efisiensi energi, dan kebijakan perlindungan lingkungan yang lebih ketat secara global,” Kata Supriyadi.

Baca Juga

Semangat Kebersamaan Warga Sukadamai, Jalan Lingkungan hingga Drainase Ditata Bersama

Deforestasi menjadi tantangan serius lainnya yang dihadapi Kota Cilegon. Aktivitas manusia seperti pertanian dan pembangunan infrastruktur telah mengakibatkan hilangnya hutan secara cepat, mengancam keberlangsungan spesies dan merusak ekosistem. Perlindungan hutan melalui konservasi dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan menjadi krusial untuk mengatasi deforestasi.

Terkait dengan Pencemaran udara juga menjadi masalah yang perlu segera ditangani. Menurut Supriyadi, Sumber pencemaran udara seperti industri dan kendaraan bermotor mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.

“Kalau untuk mengatasi pencemaran udara bisa melibatkan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan regulasi yang ketat terhadap industri dan pembakaran sampah terbuka,” ujarnya.

Selain itu, Kehilangan keanekaragaman hayati juga menjadi perhatian serius. Aktivitas manusia seperti perubahan penggunaan lahan dan deforestasi telah menyebabkan kepunahan spesies secara massal, mengganggu rantai makanan dan mengurangi ketahanan pangan. Upaya untuk melindungi keanekaragaman hayati melalui konservasi dan penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pemanasan global, yang menyebabkan naiknya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi, juga perlu menjadi perhatian bersama. Naiknya permukaan air laut dan potensi banjir di wilayah pesisir menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Peningkatan suhu air laut juga dapat mengganggu ekosistem laut, mempengaruhi distribusi dan keberadaan spesies.

“Dengan kesadaran dan tindakan bersama, Kota Cilegon dapat mengatasi berbagai tantangan lingkungan ini dan menjaga keberlanjutan lingkungan serta kesehatan masyarakatnya,” pungkasnya. (Ria/Syahril/Btp)

Baca Juga

Lahan Menyusut, TNI Turun Tangan: Kolaborasi Kodim Cilegon dan Petani Genjot Produksi Jagung
- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Andika Hazrumy Minta KT di Kabupaten Serang Terjun ke Usaha Kelola Sampah
Artikel Berikutnya Pemkab Tangerang Canangkan Grebek Posyandu Untuk Menekan Angka stunting
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

BPHTB Belum Lunas, Pemkot Cilegon Setop Sementara Proyek Wankai

Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon, PJU hingga Trans Cilegon Disiapkan

ASN BPBD Cilegon Dukung Pemotongan TPP: Jangan di Depan Mendukung, di Belakang Ngedumel

Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Kembali Digelar, Jadi Panggung Anak Tunjukkan Bakat

Wawali Cilegon Minta ASN Tak Jadikan TPP sebagai Motivasi Utama

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Lingkungan Sosial

Terima Kunjungan BNN Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni Sebut Upaya Tingkatkan Kesadaran Bahaya Narkotika

Lingkungan

Wakil Wali Kota Cilegon Berharap Banyak Warga Terlibat dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Lingkungan

Bencana Banjir dan Longsor, Pemprov Banten Kerahkan Petugas dan Salurkan Bantuan

Lingkungan

Sungai Cipunten Agung Meluap, Kampung Di 2 Desa Terendam

Lingkungan

Dandim 0602/Serang Tinjau Banjir dan Tanah Longsor di Kecamatan Padarincang

BANTENTOP
BANTENTOP.ID hadir untuk menyajikan informasi yang dekat dengan kehidupan warga Banten—aktual, berimbang, dan relevan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

2016 © BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com