BANTENTOP
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Masuk
  • Health
  • Global Affairs
  • Cilegon
  • Kota Cilegon
  • NelayanTradisional
  • BBMBersubsidi
  • Pertalite
  • Perikanan
BANTENTOPBANTENTOP
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Home » Blog » Muharram Culture Fest 2026 Resmi Dibuka, Cilegon Teguhkan Identitas Budaya di Tengah Kota Industri
Kota CilegonPemerintahan

Muharram Culture Fest 2026 Resmi Dibuka, Cilegon Teguhkan Identitas Budaya di Tengah Kota Industri

Amirudin Ma'ruf
Diterbitkan: 26 Juni 2026
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad imageAd image

BANTENTOP.ID — Di tengah geliat pembangunan sebagai kota industri, Cilegon kembali mengirim pesan bahwa kemajuan ekonomi tak boleh memutus akar kebudayaan. Pesan itu mengemuka dalam pembukaan Muharram Culture Fest (MCF) 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon, Kamis (25/6/2026), yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.

Mengusung tema “Tirta Nawasanga”, festival tahunan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara nilai-nilai spiritual, tradisi, serta ekspresi seni budaya masyarakat. Sejak sore hingga malam, ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun untuk menyaksikan rangkaian pembukaan yang diawali dengan seremoni budaya, ritual Ruwat Jagad Muharram, hingga prosesi penyatuan air dari sembilan mata air bersejarah.

Prosesi penyatuan air bukan sekadar simbol seremonial. Air dari sembilan sumber kehidupan itu dimaknai sebagai lambang kesatuan, kesucian, dan keberlangsungan peradaban masyarakat Cilegon yang diwariskan lintas generasi.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kemajuan sebuah kota juga ditentukan oleh kemampuannya menjaga identitas budaya.

“Warisan budaya adalah identitas kita. Menjaganya adalah harga mati yang harus terus kita perjuangkan. Di tengah derasnya modernisasi, kita tidak boleh tercerabut dari akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” ujarnya.

Baca Juga

Pemkot Cilegon Umumkan Penerima Beasiswa Juare

Ia mengatakan, Muharram Culture Fest telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Festival tersebut menjadi media mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Cilegon.

“Festival ini bukan hanya perayaan budaya dan spiritualitas, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun kebersamaan seluruh elemen masyarakat Cilegon,” katanya.

Pada kesempatan itu, Fajar juga menyampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat merupakan hasil kolaborasi pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo.

Baca Juga

Pemkot Cilegon Siapkan Lahan 2.000 Meter Persegi untuk 53 PKL Bonakarta

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya sebagai fondasi karakter masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menjelaskan bahwa Muharram Culture Fest merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, komunitas seni budaya, pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat.

Ia mengatakan tema “Tirta Nawasanga” dipilih karena merepresentasikan sembilan mata air kehidupan, sembilan nilai kebajikan, sekaligus simbol sumber peradaban yang telah menghidupi masyarakat Cilegon sejak masa lampau.

“Ini bukan sekadar festival, tetapi gerakan kebudayaan untuk merawat ingatan, memperkuat identitas, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di masa depan,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ayatullah menambahkan, MCF 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya menjaga memori kolektif masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi.

Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat disuguhi berbagai kegiatan budaya, mulai dari Ruwat Jagad Muharram, santunan anak yatim, Pawai Obor Muharram, Paseban Budaya, Nobar Golok Pusaka, pertunjukan seni tradisi, pameran budaya, hingga berbagai aktivitas komunitas kreatif.

Baca Juga

DLH Cilegon: Sekitar 200 Industri Miliki SOP Tanggap Darurat Bencana

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pembukaan berlangsung. Ribuan warga dari berbagai usia memenuhi kawasan Alun-Alun Kota Cilegon, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap ruang-ruang kebudayaan yang selama ini menjadi bagian dari identitas daerah.

Melalui semangat “Satu Air, Satu Hati, Satu Cilegon,” Muharram Culture Fest 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa di balik wajah Cilegon sebagai kota industri nasional, tersimpan kekayaan tradisi, nilai spiritual, dan kebudayaan yang tetap hidup serta layak diwariskan kepada generasi mendatang. Festival ini menjadi bukti bahwa modernitas dan pelestarian budaya bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan kota yang berkarakter.

(Red*)

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Meracik Fondasi PFII: Regulasi, Modal Asing, dan Peran Bank Daerah
Artikel Berikutnya PEPARPEDA IX Banten Resmi Ditutup, Cilegon Dipuji Sukses Jadi Tuan Rumah
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Di Tengah Padatnya Agenda, Wagub Banten Dimyati Hadiri Pernikahan Putri Ketum SMSI Firdaus

Tahapan Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon, Usia Minimal 40 Tahun

Pemprov dan SMSI Tekankan Informasi Berkualitas untuk Kawal Pembangunan Berdampak di Banten

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Bukan Sekadar Muswil, HIPKA Banten Bidik Kolaborasi Bisnis dan Lapangan Kerja

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Penanganan Permukiman Kumuh Cilegon Terkendala Akses Damkar

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Kejar Target 2027 Bebas Rawan Air Bersih di Merak

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Sosialisasi Penertiban Parkir Liar hingga Balap Liar, Penindakan Mulai Pekan Depan

Kota Cilegon

Aktivasi IKD Personel Polres Cilegon Lampaui Target, 141 Anggota Sudah Terlayani

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Bentuk LPS untuk Operasikan 91 Armada Sampah Hibah Kemen PU

BANTENTOP
BANTENTOP.ID hadir untuk menyajikan informasi yang dekat dengan kehidupan warga Banten—aktual, berimbang, dan relevan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

2016 © BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com