BANTENTOP
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Masuk
  • Health
  • Global Affairs
  • Cilegon
  • Kota Cilegon
  • NelayanTradisional
  • BBMBersubsidi
  • Pertalite
  • Perikanan
BANTENTOPBANTENTOP
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Home » Blog » Bupati Serang Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak
Serang

Bupati Serang Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Redaksi
Diterbitkan: 29 September 2026
Bagikan
5 Menit Baca
- Advertisement -
Ad imageAd image

BANTENTOP.ID — Sekolah tak cukup hanya menjadi tempat anak menimba ilmu. Lingkungan pendidikan juga harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi.

Hal itu ditegaskan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat menghadiri Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman jenjang Sekolah Dasar (SD) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang di Swiss-Belinn Modern Cikande, Senin (28/9/2026).

Ratu Zakiyah mengatakan budaya sekolah aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepala sekolah tidak bisa bekerja sendiri karena perlindungan anak dan peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kegiatan sosialisasi budaya sekolah supaya aman dan nyaman ini diintegrasikan dengan para kepala sekolah. Mereka juga mendapatkan pendidikan melalui Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP),” kata Ratu Zakiyah kepada wartawan.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Salah satunya dengan memberikan keteladanan kepada guru dan seluruh perangkat sekolah.

Baca Juga

Lestarikan Tradisi Laut, Gubernur Banten Serap Aspirasi Nelayan Sidamukti

“Sekolah harus menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Itu yang pertama. Tapi itu tidak bisa satu sektor saja, misalnya Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia menyebut kolaborasi juga perlu dilakukan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKB), terutama dalam memastikan perlindungan terhadap anak.

Sementara dari sisi mutu dan layanan pendidikan, koordinasi dengan BPMP juga dinilai penting.

Baca Juga

KEK ETKI Banten Kian Moncer, Investasi Rp1,9 Triliun Sudah Terserap di Tahun Pertama

Ratu Zakiyah juga meminta kepala sekolah membangun komunikasi yang intensif dengan orang tua siswa. Menurutnya, pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.

“Saya juga sampaikan harus jalin komunikasi dengan orang tua murid karena itu penting. Mendidik anak tidak hanya guru saja, tapi perlu kolaborasi dan sinergi dengan para orang tua murid,” katanya.

Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah penggunaan gawai oleh anak. Orang tua dan sekolah dinilai perlu bersama-sama melakukan pendampingan dan pembatasan penggunaan gawai agar tidak mengganggu proses tumbuh kembang maupun pendidikan anak.

Ratu Zakiyah mengatakan secara umum kondisi sekolah di 29 kecamatan di Kabupaten Serang masih berjalan aman dan nyaman. Namun, ia mengakui tetap ada sejumlah kasus yang perlu menjadi perhatian bersama.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Ada satu dua titik atau salah satu padepokan di salah satu pendidikan, ada oknum melakukan hal yang tidak diinginkan. Itu juga menjadi keseriusan dan keprihatinan kita bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan tersebut tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor pendidikan. Masyarakat juga diminta ikut mengawasi lingkungan sekitar dan melaporkan jika menemukan indikasi yang dinilai tidak wajar.

Baca Juga

Bupati Serang Minta Baznas Tak Sekadar Kelola Zakat: Harus Hadir Bantu Warga

“Tidak hanya leading sektor yang ada di wilayah pendidikan ini saja, tapi semua elemen masyarakat bergerak di wilayah masing-masing. Kalau misalnya ada kejanggalan-kejanggalan, maka patut dilihat atau disampaikan kepada yang seharusnya,” tegasnya.

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Aaber Nurhadi mengatakan sosialisasi tersebut diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang bebas dari bullying, diskriminasi, maupun perlakuan yang membuat siswa merasa dibedakan.

“Diharapkan ke depan anak-anak di sekolah merasa nyaman, tidak lagi ada diskriminasi, tidak lagi ada perbedaan-perbedaan,” kata Aaber.

Ia mengatakan penerapan budaya sekolah aman dan nyaman mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Untuk memastikan program berjalan, Pemkab Serang membangun kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. Kelompok kerja tersebut diketuai Sekretaris Daerah, dengan Bapperida sebagai wakil ketua dan Dindikbud sebagai sekretaris.

Sejumlah perangkat daerah terkait juga dilibatkan, antara lain DP3AKB, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

“Harapannya tidak lagi diskriminasi kepada anak-anak, kepada murid. Kemudian ada pelayanan yang sebaik-baiknya untuk lingkungan sekolah agar mereka merasa di sekolah itu betah, nyaman,” tuturnya.

Kepala BPMP Provinsi Banten pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi langkah Pemkab Serang dalam membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menurut Aria, penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) terkait Pokja tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat penerapan budaya sekolah aman dan nyaman.

“Ini harus kita apresiasi dan kita berikan poin penting, karena tentunya Banten ini termasuk provinsi yang pertama untuk merilis Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, baik provinsi maupun kabupaten-kota,” ujarnya.

Dengan kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, budaya sekolah aman dan nyaman diharapkan tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas. Tujuannya sederhana: memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat anak belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut maupun perlakuan diskriminatif.

(Red*)

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Lestarikan Tradisi Laut, Gubernur Banten Serap Aspirasi Nelayan Sidamukti
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Pemkot Cilegon Genjot PAD Lewat Optimalisasi Aset Daerah, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Perhatian

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Minta Tarif Tetap Rp2 Ribu

Menggalakkan Semangat Jurnalistik, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hadir Berbagi Motivasi di JBS Cilegon

SMSI Cilegon Adakan Workshop dan Pelatihan, Cetak Jurnalis Siber Masa Depan

Ketum PB Jazuli Juwaini : Mathla’ul Anwar Siap Berkolaborasi Memajukan Papua

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Serang

Kabar 5 Jurnalis Masih Misterius, Bupati Serang Beri Penguatan kepada Keluarga di Carita

Serang

Doa Bupati Serang untuk Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Serang

GOW Dilantik, Bupati Serang Dorong Perempuan Jadi Benteng Pencegah KDRT

Serang

Darurat Sampah Banten Dikebut, 1.161 Ton Sampah per Hari Bakal Jadi Energi Listrik

Serang

PSEL Cilowong Segera Dibangun, Bupati Serang Pastikan Pasokan 400 Ton Sampah

BANTENTOP
BANTENTOP.ID hadir untuk menyajikan informasi yang dekat dengan kehidupan warga Banten—aktual, berimbang, dan relevan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

2016 © BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com