
Pemkot Cilegon Pastikan Hak dan Masa Depan Bayi Terlantar Terjaga Pasca Penyelamatan
BANTENTOP.ID – Kepedulian terhadap masa depan anak kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Cilegon. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar, turun langsung meninjau kondisi bayi perempuan yang ditemukan terlantar di kawasan Perumahan Metro Cilegon dan sempat menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Kunjungan dilakukan di RSUD Kota Cilegon pada Senin (22/6/2026) sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah untuk memastikan kondisi kesehatan bayi tersebut sekaligus memastikan proses penanganan berjalan sesuai dengan prinsip perlindungan anak.
Dalam kunjungan itu, Alfi didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma, Plt Direktur RSUD Kota Cilegon Ratu Robiatul Alawiyah, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lendy Delyanto.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi anak yang membutuhkan penanganan khusus.
Alfi mengungkapkan rasa syukurnya karena bayi yang ditemukan warga pada Minggu pagi itu menunjukkan perkembangan kesehatan yang positif selama menjalani perawatan medis di RSUD Kota Cilegon.
“Alhamdulillah hari ini saya bersama Ibu Kadis Dinsos, Ibu Direktur RSUD, dan Bapak Kadis DP3AP2KB melihat secara langsung kondisi bayi yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Alhamdulillah kondisinya baik dan sehat,” ujar Alfi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat sejak awal penemuan bayi tersebut. Menurutnya, respons cepat masyarakat, tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, hingga perangkat daerah menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa bayi dan memastikan hak-haknya tetap terlindungi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, Dinas Sosial, DP3AP2KB, Unit PPA, serta RSUD Kota Cilegon yang telah memberikan penanganan terbaik. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan masa depan anak,” katanya.
Alfi menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan proses pemulihan kesehatan bayi berjalan secara optimal sebelum memasuki tahapan penanganan sosial berikutnya.
Menurut dia, kesehatan dan keselamatan anak merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Karena itu, seluruh proses perawatan akan terus dipantau hingga kondisi bayi benar-benar stabil dan dinyatakan pulih oleh tim medis.
“Prioritas kita saat ini adalah memastikan kesehatan bayi terlebih dahulu. Setelah kondisinya benar-benar sehat dan pulih, barulah dilakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya oleh Dinas Sosial sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, menjelaskan bahwa pemerintah masih menunggu perkembangan proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian terkait identitas dan keberadaan orang tua bayi tersebut.
Menurut Lia, seluruh langkah lanjutan, termasuk terkait status pengasuhan maupun kemungkinan adopsi, harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saat ini yang paling penting adalah menyelamatkan dan memastikan kondisi kesehatan bayi. Untuk proses berikutnya, termasuk kemungkinan pengasuhan atau adopsi, kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait identitas orang tua bayi,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah bayi dinyatakan sehat oleh rumah sakit, Dinas Sosial akan menyiapkan mekanisme perlindungan sementara guna memastikan kebutuhan dasar dan hak-hak anak tetap terpenuhi.
“Insyaallah apabila nanti bayi sudah dinyatakan sehat, kami akan menyiapkan langkah pengamanan dan perlindungan sementara yang terbaik. Kami juga memohon doa masyarakat agar anak ini mendapatkan masa depan yang baik,” kata Lia.
Kasus penemuan bayi terlantar yang sempat mengundang perhatian publik ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga keselamatan anak.
Pemerintah Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan, perlindungan, serta pelayanan terbaik bagi bayi tersebut. Seluruh proses penanganan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan bayi yang berhasil diselamatkan itu dapat tumbuh sehat, mendapatkan perlindungan yang layak, serta memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
(Red*)









