BANTENTOP.ID — Upaya menekan angka anemia dan stunting di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mendapat apresiasi. Puskesmas Ciwandan meraih penghargaan dari Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) atas inovasi program pencegahan anemia dan stunting yang dijalankan secara berkelanjutan.
Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa pencegahan anemia dan stunting tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan di dalam gedung puskesmas. Edukasi, skrining, intervensi hingga pemantauan dilakukan secara lebih luas dengan melibatkan sekolah, posyandu, puskesmas pembantu (Pustu) dan berbagai elemen masyarakat.
Kepala Puskesmas Ciwandan, Arief Dharma Hartana, mengatakan penghargaan itu diberikan atas dedikasi dan kontribusi Puskesmas Ciwandan dalam menjalankan inovasi Skrining dan Diagnosis, Edukasi, Intervensi, serta Pemantauan Aksi Cegah Anemia dan Stunting.
“Puskesmas Ciwandan jadi Lokus Implementasi Program Puskesmas Siap Sedia. Kami menerima penghargaan atas dedikasi, partisipasi, dan kontribusi dalam mendukung implementasi inovasi skrining dan diagnosis, edukasi, intervensi dan pemantauan aksi cegah anemia dan stunting,” kata Arief, Jumat, 2 Oktober 2026.
Arief yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cilegon itu menjelaskan Puskesmas Ciwandan juga menjadi lokus sejumlah program Center of Excellence (CoE), termasuk interaksi puskesmas serta CoE peningkatan kualitas layanan bagi ibu hamil.
Menurut dia, upaya pencegahan dilakukan sejak kelompok remaja hingga ibu hamil. Edukasi mengenai anemia diberikan sedini mungkin, sementara pencegahan stunting dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
“Dedikasi, partisipasi dan edukasi pencegahan anemia untuk remaja serta pencegahan stunting di Puskesmas Ciwandan dinilai luar biasa,” ujarnya.
Namun, Arief menyebut keberhasilan program tersebut bukan semata hasil kerja tenaga kesehatan. Ada kolaborasi dengan dunia industri yang beroperasi di sekitar Kecamatan Ciwandan.
Sedikitnya 18 perusahaan disebut turut mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan Puskesmas Ciwandan. Di antaranya Chandra Asri, Krakatau Posco, Krakatau Bandar Samudera (KBS), serta sejumlah perusahaan lainnya.
“Total industri yang support kita ada sekitar 18 perusahaan. Berbagai program edukasi, pengobatan, pencegahan stunting, anemia bagi ibu hamil dan remaja dibantu industri di sekitar Ciwandan,” paparnya.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Ciwandan merupakan salah satu kawasan industri di Kota Cilegon. Di tengah aktivitas industri yang padat, layanan kesehatan masyarakat dituntut tidak hanya hadir ketika warga sakit, tetapi juga aktif mencegah persoalan kesehatan sejak dini.
Puskesmas Ciwandan kemudian memperluas jangkauan layanan melalui sekolah, posyandu hingga Pustu yang tersebar di setiap kelurahan.
“Kami melakukan pemantauan di puskesmas, posyandu hingga ke Pustu yang jumlahnya ada enam atau di setiap kelurahan ada satu. Di setiap Pustu ada dua nakes, bidan dan perawat, ada juga dua kader Pustu,” jelas Arief.
Pola pelayanan berjenjang itu memungkinkan pemantauan dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya mendeteksi persoalan kesehatan, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi dan melakukan intervensi sesuai kebutuhan.
Bagi Puskesmas Ciwandan, penghargaan APKESMI bukan menjadi garis akhir. Justru penghargaan tersebut menjadi pemacu agar program pencegahan anemia dan stunting terus diperkuat.
Arief berharap kolaborasi antara puskesmas, masyarakat, sekolah, kader, pemerintah dan dunia industri dapat terus berjalan sehingga upaya pencegahan anemia dan stunting di Kecamatan Ciwandan semakin konsisten.
“Harapannya ke depan pencegahan anemia dan stunting di wilayah Kecamatan Ciwandan bisa terus berjalan dengan baik,” pungkasnya.
(Red*)







