BANTENTOP.ID – Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menekankan pentingnya proses kaderisasi dalam membentuk karakter, integritas, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. Pesan itu disampaikan saat membuka Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon di Aula Kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para peserta LK II dan dihadiri jajaran Koordinator Presidium serta fungsionaris organisasi.
Dalam sambutannya, Fajar mengapresiasi semangat para kader yang mengikuti jenjang kaderisasi tersebut. Menurut dia, organisasi mahasiswa menjadi salah satu ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan berpikir, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“Organisasi merupakan salah satu ruang pembelajaran yang dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang. Melalui proses ini, kader diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, memperkuat integritas, serta membangun kemampuan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Fajar.
Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Pengalaman, tantangan, dan dinamika selama berorganisasi perlu dijadikan sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.
Karena itu, Fajar meminta para peserta memanfaatkan LK II bukan sekadar untuk memenuhi tahapan organisasi, melainkan sebagai kesempatan membangun kemandirian dan memperkuat kapasitas pribadi.
“Jadikanlah LK II ini sebagai latihan kemandirian, sebagai tempat untuk membentuk diri dan memahami pentingnya sebuah proses,” katanya.
Fajar juga mendorong kader HMI mengembangkan pemikiran kritis yang tidak berhenti pada ruang diskusi. Menurutnya, kemampuan intelektual harus diikuti keberanian melahirkan gagasan dan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa perlu mampu memahami substansi permasalahan, mengenali kebutuhan publik, serta berani menyampaikan pemikiran yang konstruktif. Pemikiran kritis harus dapat diwujudkan dalam bentuk gagasan dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fajar berharap kader HMI mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Generasi muda harus senantiasa memiliki keberpihakan kepada masyarakat kecil. Pembangunan kota merupakan tanggung jawab bersama dan hasilnya harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Fajar, kepemimpinan juga tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan. Lebih dari itu, kepemimpinan menuntut tanggung jawab, keberanian bersikap, serta komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
Ia berharap proses kaderisasi HMI terus melahirkan generasi yang mampu menjaga persatuan, memegang teguh nilai-nilai organisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial.
“Melalui kegiatan kaderisasi ini, saya berharap HMI terus melahirkan kader-kader yang mampu merawat persatuan bangsa, menjaga nilai-nilai organisasi, serta berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Semoga pelaksanaan LK II berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” tuturnya.
Melalui LK II tersebut, para kader diharapkan dapat memperkuat kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian sosial sebagai bekal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
(Red*)








