BANTENTOP.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM). Tak hanya kemampuan medis dan kompetensi tenaga kesehatan yang menjadi perhatian, kemampuan berkomunikasi dengan pasien dan keluarga juga ikut diasah.
Plt Direktur RSUD Kota Cilegon, Ratu Robiatul Alawiyah mengatakan peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu fokus rumah sakit. Menurutnya, tenaga kesehatan merupakan garda penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal.
“Untuk pelayanan tentunya SDM seperti perawat, tenaga kesehatan lainnya terus dimotivasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Tentunya juga kita melakukan sosialisasi dan pelatihan public speaking bagaimana cara berkomunikasi dengan pasien, keluarga pasien maupun pengunjung,” ujar Ratu yang akrab disapa Elin, Kamis (1/10/2026).
Menurut Elin, peningkatan kapasitas SDM dilakukan secara menyeluruh. Selain pembinaan dari sisi kepegawaian, tenaga kesehatan juga mendapatkan pelatihan yang disesuaikan dengan bidang dan kebutuhan pelayanan.
“Untuk tenaga kesehatan dalam segi memberikan pelayanan tentunya kompetensinya terus dinaikkan. Kalau untuk penanganan lebih lanjut, kita melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sehingga pelayanannya terus ditingkatkan,” katanya.
Elin menegaskan peningkatan kompetensi bukan program yang berhenti setelah seorang tenaga kesehatan mengikuti pelatihan. Pengembangan kemampuan harus dilakukan secara berkala karena ilmu dan praktik pelayanan kesehatan terus berkembang.
“Terus (ditingkatkan pelayanan), yang pastinya. Kompetensi itu kadang-kadang pelatihan batas waktunya kan sudah lima tahun, yang perlu kita upgrade. Karena yang namanya kesehatan itu ilmunya tidak stagnan di situ, terus berkembang. Jadi kita terus melakukan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan,” paparnya.
Dari sisi jumlah, RSUD Kota Cilegon saat ini didukung sekitar 800 tenaga medis dan tenaga kesehatan. Mereka berasal dari berbagai bidang, mulai dari dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, promosi kesehatan hingga ahli gizi.
“Kalau total tenaga medis kurang lebih 800-an. Itu terdiri dari dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, promosi kesehatan, ahli gizi, itu semua masuk tenaga kesehatan,” ujarnya.
Meski tenaga kesehatan dinilai masih mencukupi, Elin menyebut penguatan SDM rumah sakit tidak hanya berhenti pada tenaga medis dan kesehatan. Rumah sakit juga membutuhkan tenaga pendukung dengan kompetensi khusus untuk menopang pelayanan dan operasional.
“Kalau untuk pelayanannya untuk saat ini memang kita masih cukup, cuma memang bukan hanya tenaga kesehatan yang harus disupport tentunya. Di kesehatan itu ada tenaga-tenaga lain sebagai penunjang kesehatan seperti ahli IT, ahli akuntansi. Nah, itu perlu ada pengembangan ke situ. Kalau untuk tenaga kesehatannya sampai saat ini masih tercukupi,” tandasnya.
(Red*)







