
Ribuan Anak Yatim dan Dhuafa di Serang Dapat Santunan, Bupati Zakiyah: Ini Wujud Kepedulian
BANTENTOP.ID— Sebanyak 1.500 anak yatim dan dhuafa dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang menerima santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang. Penyaluran bantuan itu digelar di Lapangan Tenis Indoor Kabupaten Serang, Senin (29/6/2026), dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Santunan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga perlengkapan sekolah dan kebutuhan penunjang lainnya. Masing-masing anak menerima bantuan sebesar Rp450 ribu, tas sekolah, serta kaos. Selain itu, anak-anak juga diajak menikmati beragam makanan dan jajanan yang disediakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, program santunan tahun ini mengalami perluasan sasaran. Jika pada tahun sebelumnya bantuan hanya diberikan kepada anak yatim, kali ini penerima manfaat juga mencakup anak-anak dhuafa.
“Biasanya tahun lalu penerimanya anak yatim saja, namun tahun ini mustahiknya juga dhuafa. Ini bisa terlaksana berkat kolaborasi seluruh pihak,” kata Zakiyah kepada wartawan.
Zakiyah menilai, program tersebut menjadi bukti bahwa penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dilakukan Baznas Kabupaten Serang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebut kontribusi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serang serta Kementerian Agama Kabupaten Serang selama ini menjadi salah satu penopang utama keberlangsungan program santunan.
Menurut dia, kesadaran ASN dalam menyalurkan zakat dan infak melalui Baznas telah membantu memperluas jangkauan bantuan kepada kelompok yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Serang.
“Semoga ke depan bisa dilanjutkan dan lebih besar lagi. Penghimpunan dana zakatnya juga semoga semakin meningkat, sehingga bantuan kepada para mustahik pun bisa lebih besar,” ujarnya.
Zakiyah menjelaskan, total anggaran yang digelontorkan dalam kegiatan santunan kali ini mencapai Rp675 juta. Angka itu dihitung dari bantuan uang tunai sebesar Rp450 ribu untuk masing-masing penerima, belum termasuk dukungan berupa tas sekolah dan kaos.
Ia berharap kegiatan santunan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata, melainkan bisa menumbuhkan kepedulian sosial yang lebih berkelanjutan di tengah masyarakat dan jajaran pemerintahan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli terhadap mereka. Karena itu saya berharap, bukan hanya kali ini saja santunan diberikan kepada anak yatim. Tapi lakukan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Serang Hasanudin mengatakan penyaluran bantuan kepada 1.500 anak yatim dan dhuafa dilakukan secara serentak dengan melibatkan kecamatan agar proses distribusi berjalan lebih tertib, aman, dan tepat sasaran.
“Makanya kita bekerja sama dengan pihak kecamatan agar penyalurannya lebih mudah, aman, dan tepat sasaran,” ujar Hasanudin.
Hasanudin menambahkan, selain uang tunai, para penerima juga memperoleh tas sekolah dan kaos sebagai bagian dari dukungan kebutuhan pendidikan dan keseharian mereka. Baznas, kata dia, akan terus berupaya meningkatkan jumlah penerima manfaat pada tahun-tahun berikutnya.
“Kita berupaya agar di tahun depan bisa lebih meningkat lagi,” katanya.
Di sisi lain, Baznas Kabupaten Serang juga tengah mengejar target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sepanjang 2026 sebesar Rp28 miliar. Hingga akhir Juni, dana yang sudah terhimpun mencapai Rp14 miliar atau sekitar 50 persen dari target tahunan.
“Kami optimistis target itu bisa tercapai,” ucap Hasanudin.
Kegiatan santunan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, unsur pimpinan DPRD Kabupaten Serang, Sekretaris Daerah Zaldi Dhuhana, para pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Serang, jajaran BUMD, perwakilan Bank bjb KCK Banten, para camat, serta ribuan anak yatim dan dhuafa penerima manfaat.
Program ini bukan sekadar seremoni penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi cermin bagaimana dana zakat yang dihimpun secara kolektif dapat kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat yang langsung dirasakan. Di tengah kebutuhan sosial yang terus meningkat, santunan untuk anak yatim dan dhuafa seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah.
(ADV*)






