BANTENTOP
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Masuk
  • Health
  • Global Affairs
  • Cilegon
  • Kota Cilegon
  • NelayanTradisional
  • BBMBersubsidi
  • Pertalite
  • Perikanan
BANTENTOPBANTENTOP
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Home » Blog » Pemkot Cilegon Buka Jalan ke Pasar Dunia, UMKM Lokal Diminta Jangan Cuma Jadi Jago Kandang
Pemerintahan

Pemkot Cilegon Buka Jalan ke Pasar Dunia, UMKM Lokal Diminta Jangan Cuma Jadi Jago Kandang

Amirudin Ma'ruf
Diterbitkan: 13 Agustus 2026
Bagikan
5 Menit Baca
- Advertisement -
Ad imageAd image

BANTENTOP.ID — Pemerintah Kota Cilegon terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pemasaran. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan, penguatan legalitas, peningkatan kapasitas produksi hingga membuka peluang pasar internasional.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DinkopUKM) Kota Cilegon bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati Fajar atau Raras, melakukan monitoring terhadap sejumlah UMKM, Rabu (12/8/2026).

Dua UMKM yang dikunjungi yakni Dapoer Fathaya di Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, dan Rabeg T’enG di Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon.

Raras mengatakan, UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang karena sejumlah produk telah memiliki kualitas dan cita rasa yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Hari ini kita datang ke salah satu UMKM di Kota Cilegon yang terkenal karena produknya berkualitas, menggunakan bahan pilihan, dan insyaallah halal, ber-BPOM, serta sudah uji lab. Ini produk yang harus kita banggakan dari Kota Cilegon,” kata Raras.

Baca Juga

Pemkot Cilegon Genjot PAD Lewat Optimalisasi Aset Daerah, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Perhatian

Menurut dia, pengembangan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan pelaku usaha. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, masyarakat, dan pelaku usaha agar produk lokal memiliki pasar yang lebih luas.

Raras juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap produk UMKM Cilegon melalui peningkatan penggunaan produk lokal di berbagai sektor.

“Apalagi sudah ada Perda yang mengatur 30 persen UMKM di Cilegon harus masuk ke industri, kafe, dan restoran. Termasuk produk Dapoer Fathaya ini,” ujarnya.

Baca Juga

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Minta Tarif Tetap Rp2 Ribu

Ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti pada aturan, tetapi diikuti kesadaran bersama untuk menggunakan dan memasarkan produk UMKM lokal.

Peluang UMKM Cilegon untuk memperluas pasar bahkan mulai diarahkan ke tingkat internasional. Raras mengungkapkan, sejumlah produk UMKM Cilegon direncanakan diperkenalkan hingga ke Den Haag, Belanda.

“Insyaallah produk UMKM kita akan dikirim ke Den Haag, Belanda. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Cilegon ke pasar internasional,” kata dia.

Menurut Raras, peluang tersebut harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM yang telah memiliki kualitas produk, legalitas, dan kesiapan produksi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dengan demikian, UMKM tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Pemilik Dapoer Fathaya menyambut baik perhatian Pemkot Cilegon terhadap perkembangan UMKM, khususnya usaha yang dikelola perempuan dari rumah.

Baca Juga

Monev Ketujuh DPPK Cabang Juara, Balai Warga Jombang Didorong Jadi Pusat Aktivitas Warga

Menurut dia, dukungan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan usaha sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

“Beliau sosok yang sangat menginspirasi, khususnya untuk mendorong wanita agar tetap berkarya dan berdaya dari rumah untuk membantu perekonomian keluarga sambil menjaga anak,” ujarnya.

Saat ini, produk Dapoer Fathaya telah dipasarkan melalui sejumlah toko frozen, antara lain Freshmart Cibeber dan Kedai Fresh Mama Ima.

Produk tersebut juga dipasarkan melalui kegiatan bazar di Kota Cilegon maupun sejumlah daerah lainnya.

Monitoring kemudian dilanjutkan ke Rabeg T’enG yang dikembangkan Heriyah. Usaha tersebut bermula dari keikutsertaannya dalam bazar di Waru Wangi pada 2020.

Usahanya kemudian berkembang setelah Heriyah mengikuti pelatihan inkubasi yang diselenggarakan DinkopUKM Kota Cilegon pada 2023.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah rabeg berbahan dasar daging sapi. Pilihan tersebut dilakukan agar produk rabeg dapat dinikmati oleh lebih banyak kalangan.

“Kami memilih inovasi daging sapi ketimbang kambing agar semua kalangan bisa menikmati rabeg ini,” kata Heriyah.

Ia mengatakan, kemasan produk Rabeg T’enG telah melalui uji laboratorium di SIG Bandung dan memiliki masa simpan hingga 367 hari. Sementara itu, bumbu produk masih dalam tahap pengujian.

Untuk menjaga kualitas bahan baku, daging diperoleh dari pasar dengan proses pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) yang memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha).

Tak hanya rabeg instan, Rabeg T’enG juga mengembangkan sejumlah produk lain, seperti keripik ganjat dan sabun pembersih untuk kebutuhan rumah tangga maupun kendaraan.

“Kami juga senang bisa membuka lapangan kerja dan rutin menerima mahasiswa magang setiap tahunnya,” ujar Heriyah.

Pemkot Cilegon melalui DinkopUKM menyatakan akan terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan, pelatihan, fasilitasi legalitas, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pemasaran.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing UMKM di pasar lokal dan nasional, tetapi juga membuka jalan bagi produk unggulan Cilegon untuk menembus pasar internasional.

(Red*)

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya HKG PKK ke-54, Robinsar Titip Pesan: Kader Harus Jadi Mata dan Telinga Pemerintah
Artikel Berikutnya Jembatan Merah Putih Presisi di Bayah Diresmikan, Gubernur Banten Andra Soni Hadir Bersama Forkopimda
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Bupati Serang Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Lestarikan Tradisi Laut, Gubernur Banten Serap Aspirasi Nelayan Sidamukti

Menggalakkan Semangat Jurnalistik, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hadir Berbagi Motivasi di JBS Cilegon

SMSI Cilegon Adakan Workshop dan Pelatihan, Cetak Jurnalis Siber Masa Depan

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Pemerintahan

Andra Soni Dukung Krida TUTUR, Gerakan Duta Bahasa Banten Cegah Kekerasan Verbal

Pemerintahan

Gubernur Banten Andra Soni Dorong Pergerakan Ekonomi dari Bawah

Pemerintahan

Pasar Baru Kranggot Mau Dibikin Lebih Modern, Pemkot Cilegon Siapkan Investor

Pemerintahan

TKPKD Cilegon Diminta Tak Sekadar Bagi Bantuan, Fajar Dorong Kemiskinan Ditangani Lewat Pemberdayaan

Pemerintahan

Dilantik Jadi Sekda Cilegon, Ahmad Aziz Tegaskan ASN Tak Boleh Terpecah: Satu Komando!

BANTENTOP
BANTENTOP.ID hadir untuk menyajikan informasi yang dekat dengan kehidupan warga Banten—aktual, berimbang, dan relevan.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

2016 © BANTENTOP.ID. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com