BANTENTOP.ID – Pemerintahan kota Cilegon menargetkan persoalan rawan air bersih di kawasan perbukitan Merak tuntas pada 2027. Pemkot Cilegon kini mempercepat pembangunan jaringan perpipaan agar pelayanan air bersih dapat menjangkau permukiman warga di kawasan tersebut.
Target itu dikejar dengan melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan air bersih yang belum tuntas. Sejumlah pekerjaan didorong masuk dalam anggaran perubahan 2026 dan dilanjutkan melalui anggaran reguler 2027.
Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna, mengatakan pembangunan jaringan air bersih di Merak akan terus dilanjutkan hingga kebutuhan infrastruktur terpenuhi.
“Jadi lanjutan di Merak, karena sesuai dengan arahan Pak Wali, tahun 2027 itu sudah tidak ada lagi keluhan atau masalah rawan air bersih,” kata Dendi, Rabu (7/10/2026).
Untuk mengejar target tersebut, Dinas PUPR menyiapkan pembangunan jaringan perpipaan sepanjang sekitar 3,5 kilometer. Jaringan itu akan menghubungkan kawasan Suralaya menuju Selirit hingga permukiman warga yang berada di wilayah lebih tinggi.
“Sekarang di 3 km setengah-an lah,” ujarnya.
Pembangunan tidak hanya berupa pemasangan pipa. Pemkot juga menyiapkan infrastruktur pendukung berupa reservoir sebelum jaringan dilanjutkan hingga sambungan langsung ke rumah warga.
“Ya, kita akan tetap pasang perpipaan, reservoir, kemudian nanti sambungan ke rumah tangganya kita akan kerja sama dengan PDAM,” jelasnya.
Namun, jumlah pasti rumah atau kepala keluarga yang nantinya mendapatkan sambungan air bersih masih dalam proses pendataan.
“Kita belum inventarisasi sih. Nanti kan itu ketika mau menyambung ke sambungan rumah, itu baru ketahuan,” katanya.
Sasar Ribuan Kepala Keluarga
Meski pendataan belum rampung, pemerintah telah memiliki proyeksi cakupan pelayanan. Untuk wilayah Suralaya, jaringan air bersih diperkirakan dapat melayani sekitar 1.500 kepala keluarga.
Sementara kawasan Gunung Batur dan sejumlah wilayah di sekitarnya diproyeksikan dapat melayani sekitar 850 kepala keluarga.
Pembangunan jaringan juga akan menjangkau lebih dari 10 kampung di kawasan perbukitan Merak, termasuk sejumlah titik di Gunung Batur dan Selirit.
Direktur Utama PDAM Cilegon Mandiri, Ikhwan Kurniawan, mengatakan percepatan pelayanan air bersih di kawasan perbukitan Merak merupakan arahan Wali Kota Cilegon Robinsar.
“Pada intinya Pak Wali minta percepatan pelayanan air bersih di wilayah perbukitan Merak itu,” kata Ikhwan.
Saat ini, PDAM memusatkan pembangunan jaringan di sejumlah kawasan, antara lain Ciporong, Tembulun, dan Gunung Batur. Setelah titik-titik tersebut ditangani, pengembangan jaringan akan diarahkan ke Suralaya.
Sebelumnya, pembangunan jaringan telah berjalan di Tamansari, Mekarsari, dan Lebak Gede. Bahkan jaringan di Cipala, yang masuk wilayah Kelurahan Lebak Gede, telah diselesaikan.
“Kalau yang Tamansari, Mekarsari, Lebak Gede kan kita sudah mulai kan,” ujarnya.
Infrastruktur Suralaya Dikebut
Ikhwan mengatakan Suralaya menjadi salah satu titik yang masih membutuhkan kelengkapan infrastruktur agar pelayanan air bersih dapat diperluas.
“Berarti tinggal praktis cuma Suralaya saja yang nanti harus kita selesaikan, harus kita lengkapi infrastrukturnya,” jelasnya.
Pembangunan berikutnya akan diarahkan dari Kepindis menuju Suralaya hingga titik akhir jaringan. Pekerjaan tersebut didorong masuk dalam anggaran perubahan 2026.
“Itu di reguler ya. Nanti di perubahan dari Kepindis sampai Suralaya, sampai mentok,” katanya.
Setelah jaringan utama rampung, pembangunan akan dilanjutkan menuju kawasan Kahal hingga kampung-kampung yang berada di wilayah lebih tinggi.
“Nanti sudah selesai itu baru naik ke atas, ke Kahal sampai ke kampung sendiri. Nah itu diusahakan tahun ini, tapi kalaupun enggak, maka ada di reguler tahun 2027,” imbuhnya.
Dari keseluruhan pekerjaan yang masih tersisa, panjang jaringan diperkirakan mencapai sekitar 3,5 kilometer. Sebagian jaringan sepanjang sekitar 1,5 hingga 2 kilometer telah masuk pekerjaan reguler dan sedang dikerjakan.
Pembangunan bertahap tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Cilegon memperluas cakupan layanan air perpipaan di kawasan perbukitan Merak.
Dengan target 2027, pemerintah tidak hanya mengejar tersambungnya jaringan utama, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dilanjutkan hingga sambungan rumah warga.
Pemkot Cilegon menargetkan perluasan jaringan tersebut mampu mengurangi persoalan rawan air bersih yang selama ini masih dirasakan masyarakat di kawasan perbukitan Merak.
(Red*)







