BANTENTOP.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mulai mengantisipasi potensi banjir di sejumlah pasar rakyat menjelang musim penghujan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon menyiapkan langkah pencegahan, mulai dari pembersihan saluran drainase hingga pemetaan titik-titik rawan genangan.
Upaya tersebut dibahas bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait. Pasar Blok F, Pasar Kranggot, dan Pasar Merak menjadi beberapa lokasi yang masuk dalam perhatian pemerintah daerah.
Kepala Disperindag Kota Cilegon, Didin S Maulana, mengatakan pembersihan drainase di Pasar Blok F telah dilakukan. Sementara itu, pihaknya masih mengkaji sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan genangan di Pasar Kranggot.
“Untuk Pasar Blok F kemarin sudah dibersihkan, insya Allah aman. Untuk Pasar Kranggot, kita sedang mengkaji titiknya mana saja. Nanti ada semacam kerja bakti bersama pedagang, misalnya membersihkan drainase,” kata Didin, Kamis (29/10/2026).
Menurut Didin, penanganan potensi banjir di kawasan pasar tidak cukup hanya mengandalkan pembersihan saluran air. Kesadaran pedagang dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting.
Dia mencontohkan kondisi drainase di Pasar Blok F yang sebelumnya terganggu akibat aktivitas perdagangan dan tumpukan sampah. Sejumlah material seperti batu juga ditemukan di saluran air sehingga berpotensi menghambat aliran.
“Kalau di Pasar Blok F kemarin itu karena ada pedagang yang jualan di drainase, sampahnya juga di sana, batu-batu segala macam. Tapi di Blok F sudah dibersihkan,” ujarnya.
Selain Pasar Blok F dan Kranggot, Disperindag juga memberi perhatian terhadap kondisi Pasar Merak. Di lokasi tersebut, normalisasi drainase direncanakan menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir.
Didin menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Cilegon. Tahun ini, DPU-PR disebut memiliki anggaran untuk mendukung kegiatan normalisasi drainase di Pasar Merak.
“Kalau Pasar Merak rencananya ada kegiatan dari DPU-PR untuk normalisasi drainase. Kita koordinasi dengan DPU-PR, tahun ini ada anggaran untuk normalisasi drainase,” tuturnya.
Didin berharap, upaya mengantisipasi banjir di pasar rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pedagang dan masyarakat juga diminta ikut menjaga kebersihan, terutama dengan tidak menggunakan saluran drainase untuk berjualan maupun membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar saluran air tetap berfungsi dan aktivitas perdagangan di pasar rakyat tidak terganggu ketika musim hujan tiba.
(Red*)








